Jembatan Gantung di Jayawijaya Putus Akibat Konflik Warga, Puluhan Orang Hanyut
Paul Manahara Tambunan May 07, 2026 09:15 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA — Konflik antarkelompok warga pecah di wilayah Logonua, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (6/5/2026).

Insiden ini berujung tragis setelah sebuah jembatan gantung yang menjadi akses utama warga putus, menyebabkan puluhan orang jatuh dan hanyut terbawa arus Kali Uee.

Hingga Kamis (7/5/2026), tim gabungan bersama warga setempat masih melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.

Laporan sementara menyebutkan tiga jenazah telah ditemukan dan dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi.

Kronologi peristiwa Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan mulai meningkat sejak Rabu sore.

Baca juga: Relawan PMI di Puncak Papua Terkena Ledakan Saat Evakuasi Jenazah, Diduga Dipasangi Bom

 Konflik diduga dipicu oleh perselisihan terkait kesepakatan pembayaran antar-kelompok yang berujung pada bentrokan fisik.

Di tengah situasi yang mencekam, warga berusaha menyelamatkan diri dengan menyeberangi jembatan gantung di kawasan Logonua secara bersamaan.

Beban yang berlebih saat massa memadati jembatan diduga menjadi penyebab utama putusnya tali sling jembatan.

"Saat warga panik menyeberang, jembatan gantung itu putus. Diperkirakan sekitar 30 orang sempat terbawa arus, namun sebagian berhasil menyelamatkan diri," ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Mayoritas korban yang terlibat dalam insiden ini diketahui merupakan warga asal Kabupaten Lanny Jaya yang sedang berada di lokasi kejadian.

Selain korban jiwa, sejumlah warga yang selamat kini tengah menjalani perawatan medis akibat luka fisik dan trauma mendalam.

Meski aktivitas menuju Kota Wamena terpantau masih berjalan, suasana di Distrik Wouma dilaporkan masih tegang. 

Aparat keamanan telah disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi adanya konflik susulan. 

Baca juga: OPM Klaim Tembak Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat, Warga non-Papua Diimbau Waspada

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.

Tragedi ini menambah daftar panjang kerentanan infrastruktur di wilayah konflik yang berdampak langsung pada keselamatan warga sipil.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah mediasi guna meredam situasi serta mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.