Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - KSU Talenta GMIT Kupang berhasil membukukan aset Rp80 Miliar. Wamenkop ingatkan pengurus jaga kepercayaan anggota
Keberhasilan itu langsung mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Koperasi ( Wamenkop ) Farida Farichah.
Dengan keberhasilan itu, Farida mengingatkan para pengurus agar menjaga kepercayaan anggota.
KSU Talenta GMIT menurut Farida, memiliki total aset Rp 80 miliar. Ia memberi hormat untuk Ketua dan pengurus KSU Talenta serta masyarakat NTT yang sebagian besar aktif berkoperasi, khususnya para anggota KSU Talenta GMIT.
Farida berharap, KSU Talenta GMIT terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi kemajuan Provinsi NTT. Apalagi, koperasi ini telah memiliki 13 ribu anggota. Itu merupakan kekuatan utama. Artinya, koperasi ini mampu memberikan kepercayaan kepada anggotanya untuk lebih sejahtera.
“Sebanyak 13.000 anggota dari koperasi talenta merupakan kekuatan utama. Saya selalu menyampaikan bawa membangun, mendirikan itu lebih mudah. Tetapi menjaga kepercayaannya itu jauh lebih sulit,” ujarnya, ketika bertemu pengurus KSU Talenta GMIT di Kupang, Sabtu (9/5/2026).
Dalam diskusi, kata Farida, sewaktu krisis moneter tahun 1998 hingga pandemi covid-19, KSU Talenta GMIT mampu menjaga dan bangkit kembali, sehingga mendapatkan kepercayaan dari para anggotanya.
Dia berkata, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan para penggerak-penggerak koperasi dan pemerintah ingin sama-sama mengembalikan soko guru ekonomi dalam bentuk koperasi.
Farida juga berharap, seluruh lokasi koperasi yang ada di NTT menyambut momentum ini menuju kebangkitan terutama pertumbuhan ekonomi di 8 persen.
"Kita sangat berharap pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 8 persen ini, koperasi-koperasi tidak hanya sebagai objek dan tidak hanya sebagai penonton. Kita harus ambil peran dalam rangka ikut menumbuhkan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Baca juga: Kadis Koperasi dan UMKM NTT Linus Lusi Sebut KSU Pos Kupang Sejahtera NTT Mini
Dia menjelaskan, Kemenkop sedang mendorong koperasi simpan pinjam juga agar bisa transformasi. Artinya dari yang koperasi simpan pinjam melayani konsumtif didorong untuk sektor produksi.
Selain itu, koperasi-koperasi termasuk SKU Talenta bisa membantu memberikan pemahaman yang sama kepada anggotanya. Terlebih mendorong kredit untuk sektor produktif.
Ketua KSU Talenta GMIT Deandrest Pila Padji mengatakan, KSU Talenta GMIT Kupang telah melewati masa-masa sulit. Namun, bisa melewatkan ini semua karena terus saling percaya dan memberikan pelayanan kepada anggota.
“Bersyukur anggota kami bisa menembus 13 ribu. Bahkan aset koperasi kami pun ada di angka Rp80 miliar,” ujarnya.
Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yusuf Lery Rupidara menambahkan, banyak masyarakat memilih koperasi untuk mendorong perekonomian.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2023, Lapas Kalabahi Alor Terima Sumbangan Kurban dari KSU Budi Artha Alor
Jumlah koperasi yang sudah ada, ujar dia, kurang lebih 3.000. Sebagian ada koperasi simpan pinjam sebagai koperasi penopang pendidikan.
“Bahkan akan ada sebanyak 7 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih. Ini yang nanti akan terus kita dukung dan kawal,” ujar Yusuf. (fan)