Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menyebut permainan timnya lebih baik, meski takluk 1-2 dari rival abadi Persib Bandung dalam laga El Clasico Indonesia di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu.
Kekalahan tersebut sekaligus menutup peluang Macan Kemayoran untuk bersaing dalam perebutan gelar juara Super League musim ini.
“Permainan kami hari ini sebenarnya lebih baik daripada Persib. Statistik menunjukkan kami lebih dominan. Kami menciptakan 19 peluang, sementara Persib hanya tujuh. Seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan ini,” ujar Souza seusai laga.
Persija sebenarnya tampil menjanjikan pada awal pertandingan dan sempat unggul lebih dulu lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Namun, Persib mampu membalikkan keadaan melalui dua gol Adam Alis pada menit ke-28 dan ke-37.
Mauricio menilai timnya tampil agresif dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Pelatih asal Brasil itu menyebut para pemain Persija sudah memperlihatkan karakter permainan yang diinginkannya, meski hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.
Menurut Mauricio, sejumlah kesalahan pada momen krusial menjadi faktor utama yang membuat Persija gagal mengamankan kemenangan.
“Kami melakukan kesalahan pada momen yang seharusnya tidak boleh terjadi. Kami tidak ingin hanya menang dalam statistik, tetapi angka-angka itu menunjukkan kerja keras kami,” lanjut Mauricio.
Pernyataan serupa juga disampaikan gelandang Persija Fabio Calonego. Dia menilai efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
“Tim yang bermain lebih baik tidak selalu menang. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir. Itulah penyebab kekalahan kami hari ini,” kata Fabio.
Hasil ini membuat Persija tetap tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Super League 2025/26 dengan koleksi 65 poin.
Di sisi lain, Persib semakin kukuh di puncak klasemen dan menjaga peluang besar untuk meraih gelar juara musim ini.





