Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi telah bertukar pandangan mengenai upaya yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang AS dan Israel melawan Iran.
Dalam sebuah pertemuan di Teheran pada Senin (18/5), kedua pihak juga membahas situasi keamanan terkini di kawasan tersebut dan kerja sama bilateral, urai Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan pada Selasa (19/5).
Araghchi memuji jasa baik Pakistan dalam mendorong diplomasi dan mencegah eskalasi ketegangan. Dia menyebut perilaku AS yang "kontradiktif dan maksimalis" serta kegagalan AS dalam menepati janjinya sebagai hambatan utama bagi upaya diplomasi.
Dalam pernyataannya, Naqvi menyampaikan telah menggelar pembicaraan yang "konstruktif dan bermanfaat" dengan para pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni, dalam kunjungannya selama dua hari ke Teheran. Dia menyoroti tekad kuat pemerintah Pakistan untuk terus mendorong hubungan yang sungguh-sungguh dengan Iran.
Mengutip pernyataan narasumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran, kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Senin melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan rencana perdamaian terbaru berisi 14 poin kepada mediator Pakistan untuk diserahkan kepada AS.
Iran, AS, dan Israel menyepakati gencatan senjata pada 8 April, yang disusul dengan perundingan damai tak langsung antara Teheran dan Washington di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11 dan 12 April, yang gagal menghasilkan kesepakatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan saling bertukar beberapa rencana usulan yang menguraikan persyaratan untuk mengakhiri konflik melalui Pakistan.





