Antre 18 Tahun, Kakanwil Kemenag Kalsel Akhirnya Berangkat Haji Bersama Istri
Ratino Taufik May 20, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Menunggu selama 18 tahun membuat keberangkatan haji tahun ini terasa begitu berbeda bagi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin.

Dengan balutan seragam biru khas jemaah Embarkasi Banjarmasin dan syal haji melingkar di leher, ia tampak berbaur dengan sesama jemaah di ruang tunggu Jabal Rahmah, Asrama Haji, Rabu (20/5/2026) pagi.

Bersama sang istri dan anak, ia akhirnya berangkat ke Tanah Suci sebagai jemaah haji dalam Kloter 19 Embarkasi Banjarmasin.

Rombongan terakhir ini dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru menuju Jeddah pada Kamis (21/5/2026) dinihari.

Di tengah kesibukannya sebagai pejabat di lingkungan Kementerian Agama, Tambrin menjalani proses menunggu yang sama seperti ribuan calon jemaah lainnya.

Ia masih mengingat betul saat pertama kali mendaftar pada 2008 silam, ketika masih bertugas di Kabupaten Tanah Laut.

“Waktu itu setoran awal Rp20 juta,” ujarnya, didampingi istri.

Dari setoran awal tersebut, perjalanan menuju Tanah Suci ternyata membutuhkan waktu hampir dua dekade.

Penantian panjang itu akhirnya terjawab pada 2026, saat nomor porsinya dipanggil untuk berangkat.

“Kalau dihitung dari setoran 2008 sampai sekarang berarti 18 tahun menunggu,” katanya.

Bagi Tambrin, keberangkatan haji kali ini bukan sekadar perjalanan ibadah. Ia bersyukur bisa berangkat bersama istri dan dua anaknya, meski belum seluruh anggota keluarga dapat ikut.

Baca juga: Ichrom Muftezar Resmi Ditunjuk Jadi Sekda Kota Banjarmasin, Dilantik Wali Kota Yamin Hari InI

“Kami memang mendambakan bisa berangkat bersama keluarga, terutama saya dan istri,” tuturnya.

Menjelang keberangkatan, persiapan dilakukan dengan sederhana. Setelah salat Subuh, ia dan istri biasanya rutin berjalan kaki untum menjaga kebugaran tubuh.

Di usia 56 tahun, menjaga kondisi fisik menjadi perhatian utama sebelum menghadapi cuaca panas di Arab Saudi dan rangkaian puncak ibadah haji.

“Sesudah Subuh jalan kaki semampunya,” katanya.

Ia juga mengaku lebih disiplin mengonsumsi vitamin, menjaga pola istirahat, dan mengikuti seluruh arahan petugas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, dirinya dan istri dinyatakan layak berangkat.

Sebagai bagian dari Kloter 19 yang menjadi rombongan penutup Embarkasi Banjarmasin, Tambrin memilih menjalani semuanya sebagai jemaah biasa.

Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan petugas kloter dan tim kesehatan selama berada di Tanah Suci.

“Saya dan istri mengikuti petunjuk pimpinan kloter dan dokter kloter,” ujarnya.

Kloter 19 sendiri merupakan gabungan jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan total 350 jemaah. Sebanyak 338 jemaah asal Kalsel dan 12 jemaah Kalteng, serta didampingi empat petugas kloter.

Di tengah rasa syukur karena akhirnya bisa berangkat setelah penantian panjang, Tambrin juga menitipkan doa untuk masyarakat dan para pemimpin daerah di Kalsel agar selalu diberi keberkahan.

“Semoga kami bisa melaksanakan haji dengan maksimal dan mendapat haji yang diridai Allah,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.