Prabowo Akui Pengelolaan MBG Kurang, 3000 Dapur Tutup, Minta Pejabat Periksa, Tindak yang Nakal
ninda iswara May 21, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG disebut masih ditemukan berbagai persoalan yang perlu segera dibenahi pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Agenda rapat tersebut membahas penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Di hadapan para anggota dewan, Prabowo menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan yang masih terjadi dalam program tersebut.

Baca juga: KPK Awasi Ketat BGN, Lembaga Baru Kelola Anggaran Jumbo MBG, Infrastruktur dan Regulasi Berantakan

“Saudara-saudara sekalian, kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan,” tegas Prabowo.

Ia juga menyebut lebih dari 3.000 dapur MBG terindikasi mengalami masalah dalam proses pelaksanaannya.

Meski begitu, pemerintah memastikan evaluasi dan pengawasan terus dilakukan agar program berjalan lebih optimal.

Berbagai bentuk pelanggaran yang ditemukan saat ini diklaim sedang dalam proses penertiban oleh pemerintah.

Langkah pembenahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” ungkap kepala negara tersebut.

Prabowo juga meminta anggota DPR hingga kepala daerah ikut mengawasi pelaksanaan program MBG di wilayah masing-masing.

“Saya sudah minta para pejabat dan saya persilakan anggota dewan DPR, bupati di mana-mana silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak,” tegasnya.

Menurut Prabowo, program MBG tidak boleh dijalankan secara tidak benar karena program tersebut merupakan bagian dari amanat Undang-undang Dasar (UUD) 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34.

Menurutnya, impian-impian sederhana tersebut merupakan tanggung jawab konstitusional yang harus diwujudkan oleh negara.

Berdasarkan hasil evaluasi dan kalkulasi data terkini mengenai potensi nasional, Presiden Prabowo mengaku optimistis.

Dia pun meyakini Indonesia memiliki kapasitas finansial dan sumber daya yang lebih dari cukup untuk menyejahterakan rakyat, asalkan amanat konstitusi dijalankan tanpa penyelewengan.

Baca juga: KPK Bongkar Buruknya Tata Kelola Program MBG, Rp 12 T Mengendap di Yayasan, Rekrutmen Tak Transparan

PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden RI Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026)
PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden RI Prabowo Subianto di Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026) (Tribun Trends/YouTube Sekretariat Presiden)

MBG Dinikmati 62,4 Juta Penerima Tiap Hari

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut program MBG saat ini telah dinikmati 62,4 juta penerima manfaat setiap hari.

“Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868.000 ibu hamil menerima MBG setiap hari,” lanjutnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan program MBG kepada lansia yang hidup sendirian.

“Kita juga akan memberi MBG ke 500.000 lansia yang hidup sendiri, yang hidup sebatang kara dan yang membutuhkan makan bergizi,” tegas Prabowo.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.