Sulap Limbah Jadi Pakan Ikan, Mahasiswa UNJA Juara 1 National Business Plan Competition 8 di NTB
Tommy Kurniawan May 21, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Biaya pakan yang tinggi menjadi salah satu tantangan terbesar pembudidaya ikan di Indonesia. Dari persoalan itulah mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) menemukan ide yang mengantarkan mereka meraih Juara 1 dan Gold Medal dalam National Business Plan Competition 8 (NBPC 8) di Lombok, 16–18 Mei 2026.

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Mandalika Essay Competition 8 yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram bekerja sama dengan ENTRE.

Pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. Dari ratusan tim peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, hanya 100 tim yang berhasil lolos ke tahap presentasi offline. Tim UNJA yang diketuai Mafaza Karima dari Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, menjadi salah satu yang menembus seleksi ketat tersebut dan tampil langsung di Lombok.


Ide bisnis yang mereka usung bernama RUDETTA, singkatan dari Rucah, Dedak, dan Ampas Tahu. Inovasi ini menawarkan pakan ikan berbasis limbah lokal yang lebih ekonomis dibanding pakan pabrikan, namun tetap bergizi bagi ikan budidaya. Keunggulan RUDETTA tidak hanya pada harganya yang lebih terjangkau dan mudah diproduksi, tetapi juga pada kontribusinya dalam mengurangi limbah lingkungan sehingga menjadikannya solusi yang relevan bagi para pembudidaya ikan di daerah.

Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh anggota tim yang mulai menyusun proposal sejak Februari 2026. Tim terdiri dari Mafaza Karima, Ajeng Retno Lizio dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Galang Haykal dari Teknik Pertambangan, Nabil Ghaisan Prakasa Najamuddin dari Ilmu Pemerintahan, dan Nur El Vira Ilyas dari Psikologi.

Baca juga: Rakor GTRA 2026, Pemkab Muaro Jambi Fokus Penyelesaian Konflik Lahan


Pada babak final offline, Mafaza dan Ajeng hadir langsung ke Lombok mewakili tim, didampingi dosen pembimbing Besse Monica Arfiana, S.Pi., M.Si. Dalam proses persiapan, tim juga banyak belajar dan berlatih presentasi bersama senior di Karya Salemba Empat (KSE) yang berpengalaman di kompetisi serupa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras tim dalam mengembangkan ide bisnis berbasis potensi lokal. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani bersaing di tingkat nasional,” kata Besse.

Mafaza mengatakan motivasi terbesarnya mengikuti kompetisi ini adalah ingin membuktikan bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional dengan membawa inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menekan biaya pakan yang menjadi tantangan utama pembudidaya ikan. Ia juga berbagi kesan atas pencapaian yang diraih timnya.


“Kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya secara pribadi dan tim karena menjadi bukti bahwa kerja keras, proses belajar, dan keberanian mencoba hal baru dapat membawa hasil yang baik. Pencapaian ini juga menjadi motivasi untuk terus berkembang dan lebih percaya diri dalam mengikuti kompetisi lainnya di tingkat nasional,” kata Mafaza.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.