Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Dubes RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terhadap berbagai pembenahan manajemen haji tahun ini.
Menurutnya, perubahan tersebut dilakukan menjadi langkah besar menuju pelayanan haji yang lebih baik bagi jemaah Indonesia.
"Saya secara pribadi selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah mengapresiasi setinggi-tingginya Kemenhaj," kata Aziz kepada tim Media Center Haji (MCH) usai rapat koordinasi bersama Amirulhaj, Kamis (21/5/2026).
"Ini merupakan perubahan yang sangat besar dalam manajemen haji, sehingga ke depan diharapkan menjadi tolok ukur penyempurnaan layanan bagi jemaah di Tanah Suci," tambahan.
Baca juga: Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Hentikan Sementara Layanan Bus Shalawat Mulai 22 Mei
Menurutnya, salah satu tantangan di Arafah adalah penempatan jemaah di tendanya masing-masing dan kerap menjadi rebutan.
Namun, pada tahun lalu, ada kendala koordinasi sehingga sejumlah jemaah tidak menempati tenda yang seharusnya karena sudah ditempati oleh jemaah lain.
"Memang pada akhirnya jemaah itu mendapatkan tempat yang baik, tetapi itu pertanda, kita kurang koordinasi pada saat itu," ujar Aziz.
Kemenhaj pun mengeluarkan terobosan baru dengan penerapan sistem penempatan tenda wukuf di Arafah yang berbasis pada nama jemaah (by name).
Dengan skema ini, Aziz berharap, kejadian tahun lalu tidak akan terjadi dalam pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini.
"Sehingga semua jemaah menempati kemahnya masing-masing dengan baik. Mudah-mudahan saja apa yang sudah disiapkan dan sudah diskenariokan bisa berjalan dengan sesuai dengan apa yang kita harapkan," lanjutnya.
Aziz juga menyoroti, sistem komando terpadu yang diterapkan kepada petugas tahun ini menjadi langkah positif untuk meminimalkan kesalahan koordinasi di lapangan.
Baca juga: Persiapan Armuzna jadi Fokus Utama, Menhaj: Jemaah Diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah
"Kami senang mendengar bahwa para petugas sekarang berada dalam satu komando. Tidak boleh ada yang mengambil keputusan tanpa sepengetahuan komandan tertinggi. Saya kira ini sangat bagus karena akan mengurangi berbagai persoalan yang pernah terjadi di masa lalu," ujarnya.
Menurutnya, sistem tersebut penting diterapkan mengingat tantangan pelayanan haji di lapangan sangat kompleks, terutama saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh petugas dan pihak terkait untuk menjaga kesehatan dan menjalankan tugas dengan maksimal demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
"Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.