TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meninjau langsung kondisi ruas Jalan Margasari–Jedug di Kecamatan Margasari, Kamis (21/5/2026).
Ruas jalan yang selama ini banyak dikeluhkan warga akibat kerusakan parah di sejumlah titik itu merupakan akses vital penghubung wilayah Pagerbarang, Karangdawa, dan Jatilaba menuju pusat Kecamatan Margasari.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan.
Baca juga: Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Pemkab Tegal Latih Agen Pendamping Digitalisasi Bantuan Sosial
Pemerintah Kabupaten Tegal telah mengalokasikan anggaran perbaikan melalui Bantuan Provinsi sebesar Rp8 miliar, namun pelaksanaannya tertunda akibat proses administrasi dan kenaikan harga material konstruksi.
"Saya sudah menginstruksikan agar prosesnya segera dipercepat sehingga pengerjaan bisa segera dimulai," tegas Bupati Ischak, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan kajian teknis, penanganan dilakukan sepanjang sekitar dua kilometer dengan prioritas pada tiga titik kerusakan berat, yakni area samping rel kereta api, kawasan hutan arah Karangdawa, serta ruas Karangdawa-Jatilaba.
Pengerjaan akan dimulai dari sisi selatan atau arah Margasari.
Konstruksi rigid beton dipilih dengan mempertimbangkan beban lalu lintas di jalur tersebut, termasuk kendaraan bertonase besar dari kawasan galian kapur yang kerap melintas dan mempercepat kerusakan jalan.
"Saya harap setelah perbaikan selesai, pengguna jalan juga menyesuaikan penggunaan dengan kapasitas yang ada agar jalan lebih tahan lama," pesan Bupati Ischak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo menjelaskan, penanganan ruas jalan tersebut selama ini dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran.
Kenaikan harga aspal dan bahan konstruksi lainnya menjadi faktor utama yang menyebabkan pelaksanaan tahun ini mundur dari jadwal semula.
"Insya Allah bulan Juni ini pekerjaan akan segera dimulai. Untuk konstruksi rigid beton, target pengerjaan sekitar tiga bulan, namun dilakukan bertahap karena jalan tidak bisa ditutup total dan tetap harus bisa dilalui masyarakat," terang Teguh.
Kondisi jalan yang rusak dirasakan langsung oleh warga pengguna sehari-hari.
Kiki Ardito, warga yang setiap hari melintas di ruas tersebut untuk bekerja, mengatakan kerusakan jalan diperparah minimnya penerangan khususnya saat malam hari dan musim hujan.
Genangan air yang sering menutupi lubang jalan, ditambah kawasan hutan di kanan-kiri yang membatasi jarak pandang, meningkatkan risiko kecelakaan.
"Saya berharap perbaikan jalan segera direalisasikan, disertai pemasangan lampu penerangan jalan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan," harap Kiki. (dta)
Baca juga: Ratusan Warga Kabupaten Tegal Terima Bantuan Sosial Rp581 Juta pada Hari Jadi ke-425