Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Motor Honda BeAt milik Emi (50), pemilik Rumah Makan Rajanya Prasmanan Ayam Geprek, nyaris dicuri saat ia sedang memasak di dapur.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, pada Kamis (21/5/2026), sekitar pukul 08.30 WIB.
Emi mengaku tidak menyadari kapan pelaku mulai mengincar motornya yang diparkir di halaman rumah makan.
"Saya lagi di dapur, sedang masak, jadi tidak tahu pasti jam berapa kejadiannya," kata Emi.
Nahas bagi pelaku, aksinya ketahuan warga sekitar ketika mencoba membawa kabur motor tersebut.
Suara teriakan histeris warga spontan membuat suasana di lokasi mendadak ramai.
"Tiba-tiba saja di luar ramai sekali suara warga berteriak histeris," lanjutnya.
Mendengar keributan, Emi segera menghentikan aktivitas memasak dan berlari keluar. Namun, di depan rumah makan, situasi sudah dipenuhi warga yang berkumpul.
Emi mengaku tidak sempat melihat wajah pelaku karena fokus pada motor dan massa yang mengejar.
"Pas saya keluar, situasinya sudah sangat ramai. Saya tidak sempat melihat wajah pelakunya karena fokus ke motor dan massa yang mengejar," ujarnya.
Motor korban yang berhasil diselamatkan dan telah dibawa ke Polsek Sukarame.
Pelaku juga sudah diamankan di Polsek, meski identitasnya masih belum diketahui.
Ahmad, 29 tahun, tak gentar meski tangannya berdarah dan lututnya lecet setelah mengadang pelaku pencurian motor di depan tempat usahanya di Jalan Pulau Sebesi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Kamis (21/5/2026).
Aksi spontan pria ini menghentikan pelaku yang membawa senjata tajam membuat motor korban gagal dibawa kabur.
“Langsung saya kejar begitu dengar teriak maling,” ujarnya, masih merasakan sakit di tangannya.
Insiden itu terjadi saat Ahmad sedang duduk santai di depan usaha miliknya.
Motor Honda BeAt milik Emi (50), pemilik Rumah Makan Rajanya Prasmanan Ayam Geprek, menjadi target pelaku.
Meski sempat berhasil membawa motor, jalan sempit dan adanya siring membuat pelaku kesulitan melaju cepat.
Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung mengejar.
Dalam kerumunan itu, pelaku sempat ditabrak hingga jatuh sebelum akhirnya diamankan.
“Kita kejar ramai-ramai, terus ditabrak dari belakang sampai jatuh. Habis itu langsung dipegangin warga,” kata saksi mata.
Satu pelaku berhasil kabur, sementara rekannya tertangkap.
Ahmad menceritakan bahwa pelaku membawa pisau.
“Cuma pisau saja yang kelihatan,” tuturnya.
Polisi tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung mengevakuasi pelaku yang sudah babak belur akibat amukan massa.
Luka Ahmad di tangan dan kaki menjadi bukti nyata keberaniannya melindungi warga dan mencegah kehilangan.
“Luka di sini (tangan). Sama di sini (kaki). Akibat ngehalau pelaku,” jelasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )