Gubernur Mirza: PON 2032 Akan Jadi Sejarah Baru Bagi Provinsi Lampung
Reny Fitriani May 22, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kesiapan Provinsi Lampung menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 bersama Provinsi Banten melalui konsep PON LABA (Lampung-Banten).

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat Mirzani Djausal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Tahun 2026 di Pullman Jakarta Central Park, Kamis (21/5/2026).

Menurut Mirza, PON 2032 akan menjadi sejarah baru bagi Provinsi Lampung karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia.

“PON ini akan menjadi sejarah karena Lampung belum pernah menjadi tuan rumah PON. Banyak semangat baru yang lahir, mulai dari semangat kolaborasi, membangun olahraga, membentuk karakter anak muda, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur menuju 2032,” ujarnya. 

Ia mengatakan, penyelenggaraan PON LABA 2032 diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Lampung-Banten Resmi Jadi Tuan Rumah PON 2032

Dalam kesempatan itu, Mirza menjelaskan Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera sekaligus simpul pertemuan budaya dan ekonomi.

Provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai itu, kata dia, juga memiliki nilai budaya Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, dan Nengah Nyappur yang menjadi filosofi masyarakat dalam menyambut tamu dari seluruh Indonesia.

Mirza juga menyinggung hubungan historis Lampung dan Banten yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan.
 
Kedekatan geografis dan sejarah tersebut dinilai menjadi kekuatan utama konsep PON LABA.

“PON bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga ruang memperkuat persatuan, kebanggaan daerah, dan semangat gotong royong antardaerah,” katanya.

Dari sisi infrastruktur, Lampung dinilai memiliki dukungan konektivitas yang memadai melalui Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Bakauheni-Merak yang beroperasi 24 jam, serta akses penerbangan sekitar 30 menit dari Bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu, Lampung juga memiliki sekitar 353 hotel, 229 rumah sakit, 1.501 dokter, hampir 8.000 perawat, dan sekitar 2.000 tenaga keolahragaan.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman mengatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan tingkat kesiapan Lampung mencapai sekitar 76 persen.

Menurut Marciano, Lampung memiliki potensi besar terutama untuk cabang olahraga pantai dan olahraga air.

“Beberapa venue hanya membutuhkan renovasi ringan dan Lampung memiliki lahan luas untuk pengembangan fasilitas olahraga ke depan,” ujar Marciano dalam keterangannua.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri telah menyiapkan enam kabupaten/kota sebagai lokasi penyelenggaraan cabang olahraga PON XXIII 2032.

Enam daerah tersebut yakni Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Pesisir Barat.
Bandar Lampung disiapkan sebagai pusat fasilitas utama. 

Sementara Lampung Selatan direncanakan untuk cabang aerosport, panahan, bola tangan, kriket, dan bisbol.

Kemudian Pesawaran untuk cabang catur, Pringsewu untuk cabang dayung atau ski air, serta Pesisir Barat difokuskan untuk cabang olahraga selancar dengan dukungan ombak kelas dunia.

Selain kesiapan venue olahraga, Pemprov Lampung juga mempromosikan sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang, dan Taman Nasional Way Kambas.

Mirza optimistis penyelenggaraan PON akan memberikan dampak ekonomi besar bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kunjungan wisata, penguatan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja di sektor jasa, transportasi, perhotelan, dan ekonomi kreatif.

“PON ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat pariwisata, mendorong UMKM naik kelas, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan masyarakat jauh setelah PON selesai,” katanya.

Dalam forum tersebut, Mirza hadir bersama Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan sebagai bentuk komitmen daerah mendukung PON 2032.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni juga menyatakan kesiapan penuh Provinsi Banten mendukung penyelenggaraan PON bersama Lampung.

Marciano Norman menegaskan paparan kesiapan Lampung dan Banten menjadi pertimbangan penting bagi seluruh KONI provinsi dalam Musornaslub.

“Apa yang kami lihat hari ini menunjukkan keseriusan dan komitmen yang kuat. Ini akan menambah keyakinan peserta Musornaslub untuk menyetujui Lampung dan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.