Inter Miami berhasil membalikkan keadaan dalam kemenangan dramatis 6-4 atas Philadelphia Union, namun momen kemenangan itu dibayangi oleh kekhawatiran cedera ketika Lionel Messi harus ditarik keluar pada babak kedua. Luis Suarez mencetak tiga gol saat Miami menunjukkan ketangguhan dalam laga dengan skor tertinggi kedua dalam sejarah MLS. Kini fokus tertuju pada kondisi Messi dengan waktu kurang dari tiga minggu menuju Piala Dunia.
Laga berlangsung kacau sejak awal. Miami tertinggal 1-0 sebelum sempat menemukan ritme, setelah Milan Iloski membuka keunggulan untuk Philadelphia. Enam menit kemudian, Iloski menggandakan skor menjadi 2-0. Miami tampak kewalahan pada awal pertandingan, tetapi julukan mereka sebagai tim yang pantang menyerah kembali terbukti. German Berterame memperkecil ketertinggalan di menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan tarik cerdas dari Lionel Messi.
Namun, masalah di lini pertahanan Miami belum berakhir. Bruno Damiani memulihkan keunggulan dua gol Philadelphia setelah menyelesaikan serangan yang diprakarsai oleh pemain muda berbakat Cavan Sullivan. Miami kembali membalas, kali ini melalui Suarez yang mencetak gol dari assist Messi untuk membuat skor menjadi 3-2 sebelum Berterame menyamakan kedudukan tak lama kemudian. Masih ada waktu untuk drama tambahan saat Suarez mencetak gol keduanya tepat sebelum turun minum, membawa Miami unggul 4-3.
Keunggulan itu belum cukup menenangkan Miami. Sebuah handball yang tidak perlu memberikan hadiah penalti bagi Philadelphia, yang dengan tenang dieksekusi oleh Iloski untuk menyamakan kedudukan 4-4. Babak kedua berjalan lebih tenang. Philadelphia sempat mengancam lewat Sullivan, tetapi tempo permainan menurun setelah ia digantikan. Miami kemudian mendapat pukulan ketika Messi memberi isyarat untuk diganti setelah tampak memegangi bagian belakang kaki kirinya.
Meski begitu, Miami tetap agresif menyerang. Mateo Silvetti, pengganti Messi, berperan penting dalam memastikan kemenangan. Ia mengirim umpan kunci dalam proses terciptanya gol kelima yang diselesaikan oleh Suarez, sebelum memberikan assist untuk gol keenam lewat umpan matang kepada Rodrigo De Paul, yang menutup malam penuh drama itu dengan gol di masa tambahan waktu.
Pertandingan ini penuh kekacauan — mungkin bukan jenis pertandingan yang diinginkan Miami — tetapi mereka pasti akan menerima hasil akhir dengan senang hati.
GOAL memberikan penilaian terhadap para pemain Inter Miami dari Stadion Nu...
Kiper & Pertahanan
Dayne St. Clair (4/10): Laga yang ingin segera dilupakan. Tidak bisa berbuat banyak untuk dua penalti, namun turut bersalah pada salah satu dari empat gol yang bersarang.
Ian Fray (7/10): Menyumbang satu assist dan tampil solid menjaga sisi sayapnya. Konsisten sepanjang pertandingan.
Gonzalo Lujan (5/10): Bermain agak ceroboh. Beberapa kali melakukan tekel terburu-buru dan kesulitan mengawal Iloski.
Micael (5/10): Beberapa tekel yang dilakukan terlalu berisiko. Belum menunjukkan ketenangan yang diharapkan dari bek tengah utama Miami.
Sergio Reguilon (5/10): Menyebabkan penalti dan beberapa kali salah mengoper di area serangan. Ada beberapa momen bertahan yang baik, tetapi masih mencari bentuk terbaiknya.
Gelandang
Yannick Bright (6/10): Tidak sepenuhnya tenang di posisi jangkar. Laga yang cepat membuatnya kesulitan mengontrol tempo permainan.
Rodrigo De Paul (7/10): Beberapa kali keluar posisi dan tampak kesulitan saat transisi bertahan. Namun menebusnya dengan gol keenam untuk Miami.
Telasco Segovia (5/10): Kurang berpengaruh. Meski banyak berlari, kontribusinya minim dalam membangun serangan. Digantikan pada menit ke-65.
Penyerang
Lionel Messi (8/10): Menorehkan dua assist dan berpotensi menambah satu lagi jika finishing rekan-rekannya lebih tajam. Ditarik keluar pada menit ke-70 karena kekhawatiran cedera — perkembangan yang berpotensi serius bagi klub dan tim nasional.
German Berterame (8/10): Mencetak dua gol, memberikan satu assist, dan tampil efektif dalam membuka ruang. Jauh lebih tenang dibanding beberapa pekan terakhir. Performa sangat solid dari pemain asal Meksiko ini.
Luis Suarez (9/10): Performa khas penyerang tajam. Dua gol mudah dan satu penyelesaian akrobatik menunjukkan ketajamannya yang mematikan.
Pemain Pengganti & Pelatih
David Ayala (7/10): Memberikan kendali di lini tengah setelah masuk. Miami terlihat lebih seimbang dengan kehadirannya di lapangan.
Facundo Mura (6/10): Menyegarkan sisi pertahanan dengan energi baru.
Mateo Silvetti (7/10): Menggantikan Messi dan berperan besar dalam proses gol kelima serta memberikan assist untuk gol keenam. Pemain muda yang menjanjikan.
Noah Allen (6/10): Memberikan tenaga tambahan di menit-menit akhir untuk memperkuat pertahanan.
David Ruiz (N/A): Tidak cukup waktu di lapangan untuk memberikan pengaruh berarti.
Guillermo Hoyos (6/10): Sulit dievaluasi. Miami sempat kehilangan arah, namun tetap menemukan cara untuk menang. Kacau, tetapi efektif.