Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menggelar aksi nasional pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT) yang dipusatkan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala BPOM RI Profesor Taruna Ikrar mengatakan kegiatan ini digelar karena berdasarkan data intelijen dan penindakan yang dilakukan BPOM, saat ini penggunaan obat-obat tertentu semakin masif secara nasional, khususnya di tempat hiburan.
"Obat-obat ini berbeda dengan narkotika. Kalau menggunakan narkotika, hukumannya jelas ditindak sesuai UU narkotika. Tapi ada obat bukan narkotika, namun efeknya sama dengan narkotika, itulah yang disebutkan dengan obat-obat tertentu," kata Ikrar usai membuka aksi nasional pencegahan penyalahgunaan OOT di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin malam.
Ia menyebut total ada 12 jenis obat-obat tertentu yang peredarannya diawasi ketat melalui regulasi BPOM, seperti Tramadol, Triheksilfenidil, Amitriptillin dan yang terbaru gas ketawa atau Nitrux Oxide.
Pada tahun 2025, BPOM juga telah menindak sekitar enam miliar kapsul ilegal dan berbahaya, yang tersebar di Batam, Banten, Bandung hingga Semarang.
"Bayangkan, kalau sampai kapsul ini terekspos sampai ke anak dan cucu kita, mau dibawa ke mana bangsa ini ke depan. Apalagi berdasarkan data WHO, satu di antara tujuh anak usia 14-19 tahun, didapati menggunakan OOT," ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, BPOM bersama Kemendukbangga/BKKBN termasuk Pemerintah Daerah se-Kepri bertekad melawan penyalahgunaan OOT melalui sebuah aksi nasional tersebut.
Ikrar mengungkap alasan gerakan nasional ini dipusatkan di Kepri, karena BPOM melihat daerah ini termasuk provinsi paling rawan penyalahgunaan sekaligus penyebaran OOT yang bermuara dari jalur laut.
"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, kita dapat melawan penyalahgunaan OOT untuk menyelamatkan generasi bangsa Indonesia," demikian Ikrar.
Sementara, Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyambut baik aksi nasional melawan penyalahgunaan penggunaan OOT.
Kemendukbangga siap melakukan kolaborasi aktif dengan berbagai Kementerian/Lembaga, seperti BPOM dan Pemerintah Daerah Kepri guna melakukan upaya pencegahan bersama agar generasi Indonesia terhindar dari bahaya penggunaan OOT.
"Tentu kita perlu melakukan upaya pencegahan secara rutin, terutama dari unit terkecil yaitu keluarga," ujarnya.
Isyana menyebutkan Kemendukbangga telah memiliki beberapa program yang bisa berkolaborasi lebih lanjut untuk mencegah remaja dari pengaruh obat-obatan tertentu, antara lain program bina remaja, lalu pusat informasi dan konseling remaja hingga forum duta genre dengan jumlah keanggotaan yang mencapai 440 ribu remaja di Indonesia.
"Biasanya anak-anak remaja butuh tempat cerita dengan anak-anak seusianya, makanya berbagai program forum remaja ini diharapkan bermanfaat dalam melawan penyalahgunaan OOT di tanah air," ucap Isyana.
Senada, Gubernur Kepri Ansar Ahmad turut menyampaikan aksi nasional melawan penyalahgunaan OOT menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk media massa diharapkan ikut mengkampanyekan gerakan tersebut, karena hal ini menyangkut masa depan negeri.
Ansar menyampaikan Pemprov Kepri akan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat, serta berbagai pemangku kepentingan terkait untuk mensosialisasikan penyalahgunaan OOT, khususnya di lingkungan pendidikan.
"Pemprov Kepri punya program rutin Kesbangpol Masuk Sekolah (Kemas). Nah, ke depan kita akan libatkan BPOM Batam dan pihak terkait lainnya untuk menyampaikan pesan strategis terkait OOT kepada siswa, sebagai generasi emas Indonesia," ucap Ansar.





