Viral Santriwati di Pekalongan Hamil Tanpa Berhubungan Intim, Akui Perut Membesar Saat Maghrib Saja
Vivi Febrianti May 27, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Viral di media sosial, seorang santriwati di Pekalongan, Jawa Tengah mengaku hamil tanpa berhubungan intim.

Santriwati berinisial F usia 22 tahun itu mengaku sempat bermimpi aneh. Setelah itu dirinya pun sudah tidak pernah haid lagi.

Ia mengaku kalau perutnya membesar hanya di saat maghrib hingga isya saja.

Santriwati itu kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki pada 13 Desember 2025.

Pihak keluarga pun tertutup soal kehamilan putrinya itu.

Mereka meyakini kalau putrinya hamil atas takdir Allah SWT meski tanpa berhubungan badan.

Keluarga pun memilih menerima keadaan dan meminta masyarakat untuk tidak mempersoalkan kehamilan F.

F diketahui merupakan warga Dukuh Keberkahan, Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Peristiwa itu menyita perhatian lantaran, keluarga menyebut kehamilan tersebut terjadi tanpa hubungan badan, bahkan dikaitkan dengan pengalaman mimpi yang dialami F.

Ayah F, Slamet, saat ditemui di kediamannya, Senin (25/5/2026) malam, mengatakan dirinya bersama keluarga telah menerima seluruh kejadian itu sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.

Meski banyak pihak meragukan penjelasan tersebut, keluarga memilih untuk tidak larut dalam polemik yang terus berkembang.

"Kami sudah meyakini begitulah yang terjadi. Orang boleh tidak percaya, tapi kami menerima ini sebagai takdir Allah. Yang penting sekarang, anak kami bisa kembali tenang," ujar Slamet.

Perut Hanya Membesar Menjelang Maghrib

Slamet menjelaskan, putrinya mulai menyadari adanya perubahan pada tubuhnya setelah tidak mengalami menstruasi sejak September 2025.

Namun, selama masa kehamilan, kondisi fisik F disebut tidak menunjukkan perubahan yang lazim.

Perutnya hanya tampak membesar pada waktu tertentu, terutama menjelang Magrib hingga Isya, sebelum kembali seperti semula.

Slamet juga mengaku, sempat berulang kali menanyakan kemungkinan adanya hubungan dengan laki-laki kepada putrinya.

"Namun, F tetap membantah pernah menjalin hubungan asmara maupun melakukan hubungan di luar nikah," imbuhnya.

Baca juga: Detik-detik Romi, Sapi Gagah Prabowo Disembelih di Bogor, Wakil Wali Kota Sampai Turun Tangan

Selama ini, F diketahui menjalani pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Buaran sejak lulus Madrasah Tsanawiyah.

Keluarga pun meyakini, lingkungan pondok menerapkan pengawasan yang ketat, sehingga mereka sulit menerima kemungkinan lain di balik kehamilan tersebut.

Di tengah tekanan sosial yang terus meningkat, keluarga akhirnya memutuskan menyerahkan bayi laki-laki yang dilahirkan F kepada keluarga pengadopsi di Kabupaten Banjarnegara melalui proses resmi.

Langkah itu diambil, demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi sang bayi sekaligus melindungi kondisi mental F.

"Bayinya sehat dan tampan. Tentu ada rasa berat saat harus melepasnya, tetapi kami berpikir ini yang terbaik."

"Kalau tetap di sini, anak saya mungkin akan terus menjadi bahan pembicaraan,' tutur Slamet.

Ia menambahkan, kondisi psikologis putrinya belakangan semakin menurun sejak kisah tersebut ramai diperbincangkan.

Bahkan, keluarga kini membatasi akses F terhadap media sosial agar tidak terus terpapar komentar publik.

"Awalnya dia yang menguatkan kami. Tapi sekarang, justru dia yang semakin tertekan. Kami hanya ingin masyarakat berhenti membahas ini," katanya.

Di tengah berbagai spekulasi yang terus berkembang, keluarga berharap masyarakat dapat menghormati privasi mereka dan menghentikan penyebaran isu yang dinilai telah menambah beban batin putrinya.

"Kami hanya ingin hidup kembali tenang. Biarlah ini menjadi urusan kami dengan Tuhan," pungkas Slamet.

Sementara itu, dokter yang menangani persalinan F, dr. Imaamah Muqodassah, membenarkan bahwa pasien datang ke kliniknya dalam kondisi siap melahirkan pada 13 Desember 2025 malam.

Baca juga: Viral Sapi Kurban Ngamuk Rusak Pelaminan Pernikahan Saat Idul Adha, Pengantin Pilu: Ngerusak Acaraku

Menurutnya, bayi lahir dalam kondisi sehat dengan berat 2,9 kilogram dan menunjukkan kondisi fisik normal seperti bayi pada umumnya.

"Secara medis, usia kandungan pasien sekitar 39 minggu. Ini merupakan persalinan pertama, tanpa riwayat keguguran sebelumnya," jelas dr. Imaamah.

Pihak klinik mengaku, baru mengetahui latar belakang kehamilan pasien setelah proses persalinan selesai, saat keluarga menyampaikan bahwa F belum menikah dan mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan.

Pimpinan Ponpes Diamankan

Sementara itu, di sisi lain aparat Polres Pekalongan Kota akhirnya mengamankan seorang pria berinisial AKF, pengasuh sekaligus pimpinan padepokan di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Rabu (27/5/2026), atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB di kediaman pelaku yang juga menjadi lokasi padepokan.

Selanjutnya, AKF dibawa ke Kantor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pekalongan Kota guna menjalani pemeriksaan intensif.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini memerlukan proses panjang lantaran para korban sebelumnya mengalami tekanan dan ketakutan untuk melapor.

"Informasi awal sangat tertutup. Kami memerintahkan, jajaran Reskrim melakukan pendekatan secara person to person kepada keluarga korban hingga akhirnya ada beberapa korban yang bersedia memberikan laporan resmi," ujar AKBP Riki kepada Tribunjateng.com.

Hingga saat ini, polisi mencatat sedikitnya enam korban telah melapor.

Para korban berasal dari sejumlah daerah seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang.

Mayoritas, korban diduga mengalami pelecehan saat masih berada di bawah umur dan tinggal di lingkungan padepokan.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.