TRIBUNJATENG.COM -Sosok Bagas Amar Hakiki salah satu korban dalam glamping maut di Posong, Temanggunh ternyata adalah Fotografer Kraton Yogyakarta.
Ia juga tercatat sebagai mahasiswa Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Hal itu diungkap oleh Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno.
Ia menyebut Bagas sebagai forografer yang bisa diandalkan di Kawedanan Tandha Yekti Kraton Yogyakarta.
Baca juga: "Sempat Serahkan Kurban" Kesaksian Tetangga Sebelum Satu Keluarga Meninggal Misterius di Glamping
Baca juga: Polisi Periksa Sisa Hidangan Barbeque, Satu Keluarga Tewas di Temanggung Diduga Keracunan
Pada tahun 2024 silam, Bagas menjadi peserta magang di Kawedanan Tandha Yekti.
Karena memiliki kepiawaiannya memegang kamera, Bagas didapuk mejadi fotografer lepas dari tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti.
"Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti. Jadi Bagas ini sebenarnya awalnya salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024," katanya, Kamis (28/5/2026).
"Lalu kemudian dari magang tersebut, kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya 1 tahun selesai, Bagas bersama 2 orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," sambungnya.
Ia menyebut Bagas merupakan sosok yang senang membantu dan bisa diandalkan.
Kepribadian Bagas yang menyanangkan membuat Kawedanan Tandha Yekti merasa sangat kehilangan.
Kawedanan Tandha Yekti kehilangan fotografer terbaiknya.
Meski berstatus fotografer lepas, namun Bagas masuk dalam tim inti dokumentasi.
"Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," imbuhnya.
Meninggal Sekeluarga
Jenazah satu keluarga tersebut ditemukan terbujur kaku oleh petugas, Rabu (27/5/2026).
Saat itu, petugas mendatangi tenda keluarga tersebut untuk meminta check out sekitar pukul 11.45 WIB.
Namun kala itu tidak ada respon dari penghuni tenda.
Petugas kemudian mendatangi tenda sekitar pukul 15.00 WIB dan akhirnya membuka tenda tersebut.
Saat dibuka, keempatnya diketahui sudah meninggal dunia. (*)