TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, menanggapi wacana pembelajaran bahasa Prancis yang akan diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia.
Wacana tersebut mencuat setelah disampaikan Presiden Republik Indonesia, saat bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada akhir Mei 2026.
Fajar mengatakan, rencana tersebut saat ini masih dibahas di internal Kemendikdasmen.
"Kami sedang membahas itu di internal kementerian. Kami juga belum bisa banyak bicara mengenai persoalan ini," kata Fajar saat ditemui di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lebak, Wamendikdasmen Ungkap Hubungan Sejarah Max Havelaar
Menurutnya, Presiden Prabowo nantinya akan memberikan arahan lebih lanjut terkait kebijakan tersebut kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Tentu Bapak Presiden akan memanggil Pak Menteri, bagaimana arahan kebijakan tersebut secara baik," ujarnya.
Fajar menjelaskan, pembelajaran bahasa Prancis sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Saat ini, bahasa tersebut telah diajarkan di sejumlah sekolah SMA dan SMK sebagai mata pelajaran pilihan.
"Jadi bukan hal yang baru sebenarnya, karena bahasa Prancis sudah diajarkan di beberapa sekolah SMA dan SMK," katanya.
Ia menambahkan, pengajaran bahasa asing di sekolah telah memiliki landasan hukum yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2025.
Dalam aturan tersebut, pembelajaran bahasa di sekolah mencakup bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing.
"Jadi sudah ada koridornya. Artinya, arahan beliau bisa kita lihat sesuai arahan Bapak Presiden kepada Pak Menteri," ucapnya.
Fajar menilai, gagasan pembelajaran bahasa Prancis juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis.
"Tentu ini bagian dari upaya diplomasi Pak Presiden, karena hubungan bilateral negara kita dipandang berkembang pesat di Barat, termasuk di Eropa. Ini menjadi salah satu jembatan untuk memperkuat komunikasi tersebut," katanya.
Sementara itu, Bupati Lebak, , menyambut positif wacana tersebut.
"Kita harus optimistis dan positif," kata Hasbi.