Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Rombongan konvoi sepeda motor yang melintas di kawasan Ngangkruk, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, mendadak memutar balik kendaraan dan mendatangi sembilan pemuda yang sedang nongkrong di depan sebuah minimarket, Minggu (31/5/2026) petang.
Insiden tersebut berujung dugaan pengeroyokan yang menyebabkan satu orang mengalami luka di bagian pelipis.
"Anak-anak yang nongkrong di depan Indomaret ini nyaut teriakannya itu. Kemudian, rombongan konvoi ramai-ramai mendatangi rombongan yang nongkrong di Indomaret," kata Kanit Reskrim Polsek Banyudono, Ipda Rikiyanto.
Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula ketika A (26) bersama delapan rekannya sedang berkumpul di depan Indomaret Ngangkruk.
Sekitar pukul 17.40 WIB, melintas rombongan konvoi dari arah Semarang menuju Solo.
Rombongan yang diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang itu berboncengan menggunakan sepeda motor sambil meneriakkan yel-yel.
Teriakan tersebut kemudian dibalas oleh kelompok pemuda yang sedang berada di depan minimarket.
Tak lama berselang, rombongan konvoi memutar balik kendaraan dan mendatangi lokasi tempat para pemuda berkumpul.
Situasi yang semula biasa berubah menjadi tegang.
Sejumlah pemuda berusaha menghindari kerumunan dengan masuk ke dalam minimarket.
Namun, korban A diduga tidak sempat menyelamatkan diri dan menjadi sasaran kekerasan.
Ia disebut ditendang dan dipukul menggunakan helm oleh sejumlah orang yang datang bersama rombongan konvoi.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada pelipis kanan dan kiri.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Meski menjadi korban, A mengaku tidak mengetahui identitas orang yang menyerangnya maupun jumlah pasti pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.
Baca juga: Kronologi Bentrokan di Depan Minimarket Ngangkruk Boyolali, Bermula Balas Yel-yel Kelompok Pemotor
Polisi kini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku penganiayaan dan mengidentifikasi kelompok yang terlibat dalam rombongan konvoi tersebut.
Petugas juga tengah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengumpulkan bukti tambahan.
"Hal ini masih dalam penyelidikan dan kami menyisir CCTV. Korban juga sudah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis awal, korban luka di pelipis kanan-kiri," imbuh Rikiyanto.
Ia menegaskan bahwa korban dan rekan-rekannya yang berada di depan minimarket bukan bagian dari kelompok tertentu.
"Korban yang nongkrong bukan merupakan kelompok tertentu, hanya masyarakat biasa dengan pakaian biasa," ujarnya.
Polsek Banyudono mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Penyelidikan kasus tersebut masih terus berlangsung.
(*)