SURYA.co.id, SURABAYA - Proses pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci melalui Asrama Haji Sukolilo Surabaya kini lebih cepat.
Dalam pemeriksaan dokumen keimigrasian diterapkan sistem Seamless Corridor yang memungkinkan proses berjalan lebih cepat.
Kondisi itu terlihat saat proses kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Debarkasi Surabaya yang tadi malam tiba dari Tanah Suci.
Untuk pertama kalinya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menerapkan teknologi Seamless Corridor.
Yakni pemeriksaan berbasis pemindaian iris mata saat kedatangan Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo.
Melalui sistem ini, jemaah tidak lagi harus menjalani pemeriksaan paspor secara manual.
Baca juga: Kloter Pertama Probolinggo Tiba di Tanah Air, Satu Jamaah Meninggal Dunia
Mereka cukup berjalan melewati koridor khusus sambil mengarahkan pandangan ke kamera pemindai iris mata.
Seluruh data identitas dan perlintasan akan terverifikasi secara otomatis dalam sistem keimigrasian.
"Bisa memangkas waktu pemeriksaan sangat signifikan," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono kepada SURYA.co.id
Proses pemeriksaan dokumen keimigrasian kepada 378 jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo hanya memerlukan waktu kurang dari 40 menit.
Padahal jika dilakukan secara manual, proses yang sama bisa memakan waktu antara dua hingga tiga jam.
Seamless Corridor menggunakan teknologi biometrik berbasis iris mata dengan tingkat akurasi mencapai 99,9 persen.
Dari ratusan jemaah yang diperiksa, hanya dua hingga tiga orang yang memerlukan pemeriksaan manual karena data biometrik mereka tidak terekam secara sempurna.
“Teknologi ini memungkinkan proses pemeriksaan berlangsung lebih cepat, akurat, dan tetap menjaga aspek keamanan dalam pemeriksaan keimigrasian,” tambah Novianto.
Penerapan sistem tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir menyambut langsung kedatangan jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.
Khofifah menilai inovasi tersebut menjadi terobosan penting dalam pelayanan debarkasi haji karena mampu mengurangi antrean dan mempercepat proses kepulangan jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.
“Ini merupakan langkah maju dalam pelayanan kepada jemaah haji. Dengan sistem yang lebih cepat dan praktis, jemaah bisa segera melanjutkan proses kepulangan tanpa harus menunggu terlalu lama,” ujar Khofifah.
Selain mempercepat proses kedatangan, penerapan Seamless Corridor juga menjadi bagian dari transformasi digital layanan keimigrasian yang terus dikembangkan pemerintah.
Sistem ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi jemaah haji yang kembali ke Indonesia.
Kedatangan Kloter 1 asal Probolinggo sekaligus menandai dimulainya proses pemulangan jemaah haji Jawa Timur dari Arab Saudi melalui Debarkasi Surabaya.