Laporan Reporter TRIBUNFLORES. COM, Tari Rahmaniar
TRIBUN FLORES.COM, LABUAN BAJO – Langkah nyata menuju peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat mulai ditapakkan di Culu Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat pada Senin 1 Juni 2026.
Berdasarkan pantauan TRIBUNFLORES.COM acara adat dan keagamaan peletakan batu pertama untuk pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihadiri oleh Mitra MBG Kosmas Semen Janggat, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, serta pemuka agama setempat.
Di bawah naungan tenda sederhana beratap seng, suasana kental akan nuansa kekeluargaan dan kesakralan. Sejumlah tokoh adat (Tua Golo) dan warga yang didominasi oleh para pria paruh baya tampak duduk melingkar dengan khusyuk di atas kursi-kursi biru.
Terlihat para masyarakat menggunakan pakaian bawahan dari kain tenun khas Manggarai (Songke) dan penutup kepala motif daerah yang mereka kenakan dengan bangga.
Baca juga: Bawahi 94 Sekolah, Yasukmabar Susun "Roadmap" Strategis Pendidikan Lima Tahun ke Depan
Selain itu, sebuah meja kayu sederhana beralaskan kain altar berwarna ungu dan putih menjadi pusat perhatian. Di atasnya, diletakkan beberapa lilin dan perlengkapan doa, menandakan bahwa pembangunan ini tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga diserahkan penuh dalam berkat Tuhan.
Acara inti ibadat pemberkatan dipimpin langsung oleh seorang Pastor Romo Hali. Mengenakan jubah cokelat dipadukan dengan stola putih bersimbol keagamaan, Romo Hali berdiri dengan khidmat memegang alkitab di depan dadanya.
Ia memimpin doa pemberkatan dengan syahdu, memohon agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan, serta kelak dapur ini dapat membawa berkah melimpah bagi seluruh warga desa.
Para warga yang hadir tampak menundukkan kepala, menyatukan tangan, dan larut dalam doa yang khusyuk. Di latar belakang, terlihat fondasi bangunan dan tumpukan material pasir yang menjadi bukti nyata bahwa gotong royong warga Desa Tondong Belang telah dimulai.
Sementara itu, Mitra MBG Kosmas Semen Janggat mengatakan pembangunan Dapur MBG ini untuk melayani sekitar 1800 penerima manfaat termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
"Ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian bersama untuk masa depan generasi Desa Tondong Belang yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera," ungkap Kosmas.
Tokoh masyarakat Culu Desa Tondong Belang Stanis lausgani mengatakan senang karena hadirnya Dapur MBG.
"Selain memberikan kemandirian gizi, dapur ini juga membantu masyarakat di Desa sebagai ruang lapangan kerja, sehingga harapan kami agar anak anak di desa ini bisa memiliki pekerjaan juga," ujarnya.
Ia mengatakan lapangan pekerjaan sangat penting baik dalam operasional dapur maupun memanfaatkan lahan tani dan keterampilan ternak yang baik di desa.
Dengan dimulainya peletakan batu pertama ini, masyarakat di Culu Desa Tondong Belang berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga fasilitas Dapur MBG bisa segera difungsikan untuk melayani pemenuhan gizi warga secara berkelanjutan. (Iar)