SURYA.CO.ID, SURABAYA – Mahasiswa Fakultas Industri Kreatif (FIK) Universitas Surabaya berhasil mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Dalam ajang Asian Student Fashion Week (ASFW) 2026, delegasi FIK Ubaya sukses memborong tiga penghargaan dari kategori kompetisi utama yang diikuti peserta dari berbagai negara Asia.
Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur (Jatim) pada 9-10 Mei 2026 dan mempertemukan talenta-talenta muda di bidang fesyen dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Korea Selatan dan Turki.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di level internasional melalui inovasi desain, kreativitas dan penguatan identitas budaya.
Keberhasilan delegasi Ubaya dipimpin oleh tim yang terdiri dari Johan Febriawan Sanjaya dan Jhuneva Maydeline yang meraih Juara 1 pada kategori Fashion Styling Competition.
Selain itu, tim yang beranggotakan Kennetha Audrey Santosa, Luanne Evelyn dan Novelia Alinda Putri berhasil meraih Juara 2 dalam kategori Upcycling Competition.
Sementara itu, Carlene Ivory Hinson menyumbangkan Juara 3 pada kategori Fashion Design Competition.
Daftar Prestasi Mahasiswa Ubaya di ASFW 2026
Juara 1 Fashion Styling Competition
Juara 2 Upcycling Competition
Juara 3 Fashion Design Competition
Johan menjelaskan karya yang membawanya menjadi juara menggabungkan elemen fesyen modern dengan kekayaan wastra nusantara.
Busana tersebut didominasi warna hitam dengan sentuhan aksen kuning, merah dan hijau yang menciptakan karakter kuat sekaligus elegan.
Menurutnya, keunikan karya tidak hanya terletak pada penggunaan unsur budaya, tetapi juga pada proses pengerjaan yang dilakukan secara handmade sehingga memperkuat nilai keberlanjutan atau sustainability.
“Uniknya, saya tidak hanya mengusung nilai budaya dengan penggunaan wastra, namun dikerjakan sepenuhnya secara handmade, sehingga nilai keberlanjutannya juga berhasil ditonjolkan dengan sangat baik,” ujar Johan.
Ia mengaku proses persiapan dilakukan secara serius dengan latihan intensif selama tiga hari, setelah seluruh material fesyen terkumpul.
“Yang pasti harus percaya diri dan persiapan yang matang,” katanya.
Dosen pendamping, Viviany, menyampaikan kebanggaannya atas capaian mahasiswa yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara Asia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran yang konsisten, eksplorasi ide yang kuat, serta kemampuan mahasiswa menerjemahkan konsep menjadi karya yang matang.
“Desain yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya menarik secara visual, namun juga memperlihatkan pemahaman terhadap tren, detail, pemilihan material, serta identitas desain yang jelas,” tuturnya.
Viviany menambahkan, bahwa karya mahasiswa Ubaya menunjukkan keberanian dalam bereksperimen sekaligus kemampuan menghasilkan desain yang kompetitif di tingkat internasional.
Asian Student Fashion Week 2026 merupakan ajang internasional yang dirancang untuk mempertemukan siswa dan mahasiswa kreatif dari berbagai negara Asia dalam bidang fesyen.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dalam berbagai aspek industri mode, mulai dari desain, styling, hingga konsep keberlanjutan.
Negara Peserta ASFW 2026
Partisipasi dari berbagai negara tersebut, menjadikan ASFW sebagai salah satu kompetisi mahasiswa fesyen paling kompetitif di kawasan Asia.