Tribunlampung.co.id, Bogor - Langkah tegas pemerintah dalam membersihkan program strategis nasional ternyata menyisakan cerita emosional bagi Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Terkuak Alasan Sebenarnya Prabowo Copot Dadan dari Kepala BGN, Dudung: Ya Seperti Itu
Di balik ketegasannya, Prabowo secara terbuka mencurahkan isi hatinya dan mengaku sangat sedih sekaligus terpukul setelah terpaksa mendepak Dadan Hindayana beserta dua wakilnya dari pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional ( BGN ).
Rasa kecewa bercampur pilu itu tak mampu disembunyikan sang presiden, lantaran ia harus berpisah dengan orang-orang yang selama ini sangat disayangi dan dipercayanya untuk mengemban amanah besar negara.
Keputusan pahit ini diambil menyusul langkah Kejaksaan Agung yang menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ).
Saat berdiri memberikan sambutan di hadapan sekitar 12.000 penggerak Program MBG di Sentul, Bogor, Prabowo tidak mau jaim dan blak-blakan mengenai suasana hatinya yang sedang mendung.
Ia mengakui di depan ribuan pasang mata bahwa mencopot jajaran pimpinan BGN adalah satu di antara keputusan paling berat yang harus ia ketok sebagai kepala negara.
Bagaimanapun juga, para mantan pejabat yang kini harus mendekam di sel tahanan itu adalah sosok-sosok yang sejak awal ia pilih sendiri untuk menakhodai program pemenuhan gizi anak sekolah di tanah air.
"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih."
"Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ungkap Prabowo dengan nada suara bergetar di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026), dilansir Tribun-Medan.com.
Momen curhat ini seolah memperlihatkan bahwa perombakan di tubuh BGN bukan cuma urusan birokrasi atau coret-coret di atas kertas dinas semata.
Ada faktor hubungan emosional dan hancurnya sebuah kepercayaan besar yang selama ini sudah dibangun demi menjalankan program andalan pemerintah tersebut.
Meski diliputi rasa sedih yang mendalam, Prabowo menegaskan bahwa aturan tetaplah aturan yang tidak bisa ditawar. Ia memilih menahan diri dan enggan berkomentar terlalu jauh mengenai materi kasus hukum yang kini melilit Dadan Hindayana dan kolega.
Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan lebih memilih untuk menghormati penuh proses hukum yang sedang bergulir di korps adhiyaksa.
Prabowo juga memastikan pihak istana tidak akan melakukan intervensi atau cawe-cawe sedikit pun demi menyelamatkan mantan anak buahnya itu.
Baginya, hukum harus tetap tegak berdiri secara independen dan transparan demi menjaga kepercayaan rakyat.