Bagaimana Piala Dunia FIFA 1994 Menjadi Titik Awal Amerika Serikat Menuju Tuan Rumah 2026
Rina Kusumawati June 05, 2026 06:19 AM

Sudah 38 tahun sejak Amerika Serikat memenangkan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1994.


Keputusan tersebut sempat menimbulkan kontroversi besar: tim nasional Amerika Serikat belum pernah tampil di Piala Dunia sejak tahun 1950. Berbeda dengan Brasil dan Maroko yang juga menjadi kandidat, sepak bola bukanlah olahraga utama di negeri itu. Bahkan bisa dibilang hampir tidak diperhatikan.


Namun FIFA melihat peluang besar untuk menembus pasar konsumen olahraga terbesar di dunia dan membuka jalan bagi kebangkitan sepak bola di Amerika Serikat.


Taruhan FIFA terbukti tepat: 32 tahun kemudian, edisi 1994 masih menjadi Piala Dunia paling sukses secara finansial sepanjang sejarah, dengan total kehadiran 3.587.538 penonton dan rata-rata 68.991 penonton per pertandingan.


Pada tahun 1994, sepak bola hanya menempati peringkat ke-67 dalam daftar olahraga favorit di Amerika, bahkan kalah dari lomba tarik traktor. Sebanyak 71% warga Amerika tidak tahu bahwa Piala Dunia akan digelar di negaranya, sementara 29% lainnya tidak peduli. Kini, situasinya berbalik 180 derajat — hampir tidak ada toko, supermarket, atau restoran yang tidak mempromosikan Piala Dunia 2026.


Dampak terbesar dari ajang tersebut adalah transformasi infrastruktur sepak bola di Amerika Serikat. FIFA memberikan hak tuan rumah kepada AS dengan syarat mereka membentuk liga sepak bola profesional, karena sejak bubarnya North American Soccer League pada tahun 1984, negara itu tidak memiliki divisi tertinggi.


Kekosongan tersebut akhirnya terisi dengan berdirinya Major League Soccer (MLS) pada tahun 1996. Meskipun kompetisi MLS akan berhenti sementara hingga 16 Juli, liga tersebut akan memainkan peran penting dalam proses penyelenggaraan bersama Piala Dunia FIFA 2026, membuktikan kepada dunia bahwa Amerika kini benar-benar menjadi negara sepak bola.


Lima stadion MLS akan menjadi tempat pertandingan Piala Dunia, sementara 14 klub MLS dan MLS NEXT PRO akan menjadi tuan rumah bagi tim nasional di kamp pelatihan resmi mereka. Lebih dari 20 fasilitas klub MLS lainnya juga akan digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pertandingan uji coba pra-Piala Dunia, kamp pelatihan, acara penggemar, serta lokasi latihan resmi yang ditetapkan FIFA.


"Ketika Amerika Serikat diumumkan sebagai tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2018, kami berkata, ‘Kami punya bintang utara untuk dijadikan panduan, dengan delapan tahun masa persiapan,’" ujar Kepala Komunikasi MLS, Dan Courtemanche, kepada FourFourTwo. "Sejak 2018, kami mengalami pertumbuhan besar dengan sembilan stadion baru dan dua lagi dalam tahap pembangunan di New York dan Chicago, serta kami yakin Boston akan segera menyusul."


"Kami telah menambah 12 fasilitas latihan baru, meningkatkan penjualan pemain sebesar 5,75%, dan menaikkan angka kehadiran penonton hingga 33%. Delapan dari 50 klub sepak bola paling bernilai di dunia kini berasal dari MLS, dan untuk mendukung itu, diperlukan stadion khusus serta fasilitas latihan berkelas dunia tidak hanya untuk tim utama, tetapi juga untuk tim cadangan dan akademi muda."


Saat Courtemanche bergabung pada tahun 1995, MLS masih bersiap untuk diluncurkan dengan 10 tim yang bermain di stadion pinjaman.


Kini, 27 dari 30 klub telah memiliki stadion yang dibangun atau direnovasi khusus untuk sepak bola — hasil dari investasi kumulatif sebesar 11 miliar dolar AS untuk stadion khusus sepak bola, fasilitas latihan elit, akademi pemain muda, dan proyek infrastruktur berbasis komunitas.


Lebih dari segalanya, MLS telah menciptakan jalur profesional bagi anak-anak di seluruh Amerika Serikat dan Kanada, dengan lebih dari 650 pemain hasil akademi bergabung ke liga (mayoritas sejak 2020). Beberapa di antara mereka, seperti Weston McKennie, Alphonso Davies, dan Ricardo Pepi, akan tampil di Piala Dunia.


Akademi MLS menanggung biaya bagi pemain muda berbakat, termasuk pelatihan, pelatih, perjalanan, dan biaya turnamen, sehingga bakat diidentifikasi berdasarkan kemampuan, bukan kemampuan finansial. Para pemain ini memiliki akses harian ke fasilitas profesional, ilmu olahraga, dan nutrisi yang tepat. Dengan hadirnya MLS Next Pro, kini tersedia jembatan nyata dari sepak bola usia muda menuju tim utama.


Major League Soccer merupakan warisan terbesar dari Piala Dunia 1994 bagi Amerika Serikat. Lebih dari sekadar menyediakan liga profesional, MLS telah menanamkan fondasi bagi perkembangan sepak bola dengan infrastruktur elit dan akses yang lebih luas bagi pemain muda di seluruh Amerika Utara.


"Kami telah menjadi liga papan atas jika melihat dari sisi infrastruktur, fasilitas, valuasi klub, dan total kehadiran penonton yang kini menempati peringkat kedua di dunia setelah Liga Premier," tambah Courtemanche. "Bagi kami, Piala Dunia menjadi kesempatan luar biasa bagi Major League Soccer untuk menunjukkan sejauh mana liga ini berkembang dan ke mana arah masa depannya."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.