Belasan Pekerja PT BMI Lamongan Tumbang Bersamaan, Penyebabnya Masih Misterius
Wiwit Purwanto June 05, 2026 10:32 PM


 
SURYA.CO.ID LAMONGAN - Aktivitas produksi di PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan mendadak diwarnai kepanikan setelah belasan pekerja mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan.

Sebanyak 18 karyawan diduga keracunan akibat menghirup gas berbahaya yang diduga bocor dari area produksi perusahaan pada Jumat (5/6/2026).

Para pekerja yang terdampak kini menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di RSI Nashrul Ummah Lamongan setelah sebelumnya sempat mendapatkan penanganan awal di klinik perusahaan.

Insiden tersebut terjadi saat para pekerja berada di ruang produksi perusahaan pengolahan ikan dan udang itu. Mereka tiba-tiba merasakan gejala seperti wajah terasa gerah, tubuh lemas, hingga gangguan pernapasan.

Kapolsek Deket, AKP Achmad Khusen, membenarkan adanya belasan pekerja yang diduga mengalami keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis.

"Mereka itu diruang produksi. Tiba-tiba merasa sesuatu yang membuat mereka lemas," kata Khusen, Jumat (5/6/2026) malam.

Baca juga: Banyaknya Korban Meninggal Kebakaran Terra Drone, Keracunan Gas Karbon Dioksida

Menurut Khusen, jumlah pekerja yang terdampak mencapai 18 orang. Sebagian besar kondisi mereka telah berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan.

"Dari 18 orang pekerja, sudah semakin membaik dan hanya enam orang yang masih dipasang infus. Enam itu pun sudah duduk, hanya masih di infus," katanya.

Ia memastikan jumlah korban yang menjalani penanganan medis sebanyak 18 orang.

"Setelah saya hitung jumlahnya ternyata 18 orang korban," katanya.

Alami Iritasi Mata hingga Sesak Napas

Kepala Humas RSI Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, menjelaskan para pasien datang dengan gejala yang hampir seragam. Keluhan yang paling banyak dirasakan adalah iritasi pada mata dan saluran pernapasan.

Baca juga: 26 Warga Sido Kapasan Surabaya Keracunan Massal Usai Hajatan, Polisi Turun Tangan

“Gejalanya ada mata perih, hidung agak pilek, kemudian mata terus berair. Tenggorokan juga terasa kering. Ada beberapa yang lemas sehingga perlu penanganan dengan infus,” ujar Irmayanti.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pasien, dugaan sementara mengarah pada adanya kebocoran gas di area produksi perusahaan. Gas tersebut diduga terhirup saat para pekerja menjalankan aktivitas rutin.

“Menurut cerita pasien, ada sedikit kebocoran di bagian produksi. Mereka menghirup gas itu sehingga matanya perih, berair, dan tenggorokannya terasa kering. Setelah ke klinik pabrik, kemudian dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Dari total 18 pekerja yang menjalani pemeriksaan, enam orang harus menjalani rawat inap karena mengalami kondisi lemas dan sesak napas. Sementara pekerja lainnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis.

“Yang rawat inap enam orang karena memang ada yang lemas. Yang lainnya rawat jalan,” tambahnya.

Pihak rumah sakit memastikan tidak ada pasien yang mengalami muntah-muntah. Mayoritas keluhan yang muncul berkaitan dengan iritasi mata, gangguan pernapasan, serta kondisi tubuh yang melemah.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Petugas melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian, terutama di area produksi perusahaan.

Pamapta Polres Lamongan, Supartono, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung.

“Masih penyelidikan di TKP,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dugaan keracunan yang dialami para pekerja bukan berasal dari makanan. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang memicu kejadian tersebut.

“Penyebabnya belum tahu, kalau keracunan bukan dari makanan, saya akan ke TKP dahulu,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.