Catatkan Transaksi Rp 1,88 Triliun, Wagub Emil Dardak Pimpin Misi Dagang Jatim-Sulawesi Utara
Eko Darmoko June 05, 2026 11:35 PM

SURYAMALANG.COM, MANADO - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memimpin gelaran Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara di Hotel Fourpoint Manado, Kamis (4/6/2026).

Diikuti sebanyak 58 pelaku usaha dari Jawa Timur dan Sulawesi Utara, gelaran ini berhasil mencatatkan total komitmen transaksi fantastis sebesar Rp 1,88 Triliun.

Melalui penyelenggaraan Misi Dagang 2026 ini, Wagub Emil optimis kerja sama ekonomi yang terbangun bisa semakin kuat, menghadirkan peluang-peluang baru bagi pelaku usaha, investor, serta UMKM di kedua daerah.

“Alhamdulillah total komitmen transaksi hari ini di Sulawesi Utara mencapai Rp 1,887 Triliun, terdiri dari transaksi jual sebesar Rp 1,697 Triliun dan transaksi beli sebesar Rp 189,989 Miliar,” kata Emil Dardak.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kuat bahwa hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara berlangsung saling menguntungkan.

“Komitmen ini jadi bukti hubungan dagang antara Jatim dan Sulut bersifat win win. Keduanya sangat melengkapi satu sama lain. Kita ingin maju bersama-sama, dan hari ini terwujud,” imbuhnya.

Adapun komoditas yang diperdagangkan dari Jawa Timur ke Sulawesi Utara antara lain Daging Sapi dan Ayam, Pakan Ikan dan Udang, Rokok, Susu, Karkas Ayam dan Bebek, produk batik, jagung, mesin alat pertanian, dst.

Baca juga: SPPG Jatim Wajib Beli Telur MBG ke Koperasi Peternak 3 Kali Seminggu, Harga Minimal Rp24 Ribu

Sementara itu, komoditas yang dibeli Jawa Timur dari Sulawesi Utara meliputi Ikan Tuna, cengkeh, arang batok kelapa, produk kerajinan tempat tisu dan gantungan kunci, Ikan Tongkol, Ikan Cakalang, Ikan Layang, Deho.

Emil Dardak menjelaskan, hubungan dagang kedua provinsi telah terjalin melalui Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Manado pada Agustus 2022. Saat itu, capaian komitmen transaksi sebesar Rp158,98 miliar dari 51 transaksi dagang.

Dirinya menilai, hubungan kerja sama ekonomi yang terus terbangun selama 4 tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja perdagangan kedua daerah.

“Kita bisa melihat bahwa perdagangan menunjukkan kondisi yang signifikan peningkatannya."

"Tapi di sini prinsipnya dalam konsep business to business, Ibu Gubernur menekankan bahwa rombongan yang hadir disini harapan kita terus membangun kedekatan ini,” katanya.

“Ini sudah 4 tahun berselang dari misi dagang tahun 2022. Selama 4 tahun banyak sekali kedekatan yang telah terbangun, sinergi yang terjalin."

"Sehingga kita kaget bahwa transaksi tahun 2022 mencapai Rp158,98 miliar,” imbuhnya.

Tak hanya itu, hubungan perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Utara kian meningkat, dimana tahun 2024 total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp 1,44 triliun.

Selain itu, Jawa Timur juga mencatat surplus perdagangan sebesar Rp 581,72 miliar dengan nilai penjualan ke Sulawesi Utara mencapai Rp 1,01 triliun dan nilai pembelian sebesar Rp 428,39 miliar.

Menurutnya, lokasi Sulut sangat strategis, ditambah infrastruktur Pelabuhan Bitung yang menjadi gerbang di Samudra Pasifik.

Ia optimis bahwa Sulawesi Utara ini punya potensi yang sangat besar dari hubungan dagang dan investasi dengan Jawa Timur.

Di sisi lain, Wagub Emil juga menekankan kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat dalam memperluas kerja sama perdagangan.

Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Baca juga: Terkait Pengelolaan Velodrome, Pemkot Malang Segera Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jatim

Dari sisi perdagangan, Jawa Timur juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp 210,1 triliun sepanjang tahun 2025 dan kembali mencatat surplus Rp 54,25 triliun pada Triwulan I Tahun 2026.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya daya saing produk-produk unggulan Jawa Timur di pasar nasional maupun internasional.

Emil Dardak melanjutkan, penyelenggaraan Misi Dagang 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa bekerja sama menguatkan ekonomi yang telah terbangun, sekaligus menghadirkan peluang-peluang baru bagi pelaku usaha, investor, serta UMKM di kedua daerah.

Sejak tahun 2019 hingga 2026, lanjutnya, Pemprov Jawa Timur telah melaksanakan 51 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp 38,32 triliun dari 2.224 transaksi yang melibatkan 2.544 pelaku usaha.

Sementara pada tingkat internasional, tujuh misi dagang yang dilaksanakan sejak 2022 hingga April 2026 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 21,42 triliun.

“Mari manfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar, meningkatkan perdagangan antarwilayah, dan membangun jejaring bisnis yang semakin kokoh demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.