Menaikkan Pendapatan Nasabah dan Pemberdayaan Jadi Cara PNM Jauhkan Masyarakat dari Rentenir
Mochamad Dipa Anggara June 07, 2026 01:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menilai peningkatan pendapatan masyarakat melalui pembiayaan dan program pemberdayaan menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi ketergantungan pelaku usaha ultra mikro terhadap praktik rentenir dan pinjaman informal.

Melalui program PNM Mekaar, perusahaan menyediakan akses pembiayaan tanpa agunan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan keuangan formal.

Selain pembiayaan, PNM juga memberikan pendampingan usaha melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, serta pengembangan kapasitas usaha.

Hingga saat ini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia melalui jaringan yang mencakup 58 kantor cabang dan menjangkau 6.165 kecamatan.

Sepanjang 2025, PNM tercatat telah menyelenggarakan 52.394 kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 1.853.170 peserta.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha nasabah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Nasabah PNM Mekaar asal Depok Indriana, mengatakan program tersebut tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pelatihan dan kesempatan memperluas pasar usaha melalui kegiatan kelompok yang rutin dilakukan.

"Ibu-ibu yang menjadi andalan ekonomi keluarga harus lebih pintar dalam mengelola usaha dan mendapatkan modal. Kalau saya pilih PNM Mekaar," kata Indriana.

Menurutnya, manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa modal finansial, tetapi juga pengetahuan dan dukungan sosial yang membantu pengembangan usaha.

"Mekaar memberikan modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Pokoknya jauhi rentenir dan gabung PNM Mekaar. Sudah banyak keuntungan yang saya dapat dari Mekaar," ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Selly, nasabah PNM Mekaar lainnya di Depok yang menjalankan usaha salon dan parfum. Ia menilai pembiayaan yang disertai pendampingan membuat pengelolaan usaha menjadi lebih terarah dan aman.

Selly mengaku perkembangan usahanya turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak.

"Jangan terjebak rentenir. Kalau saya tidak mau rentenir, lebih baik ikut PNM Mekaar yang sudah terbukti meningkatkan kemajuan usaha saya dan membuat keluarga semakin sejahtera," kata Selly.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman Imam Widhiono, menilai peningkatan pendapatan masyarakat merupakan langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap praktik rentenir.

Menurut dia, akses pembiayaan yang dibarengi dengan pendampingan usaha dapat membantu masyarakat mengembangkan bisnis secara lebih sehat dan berkelanjutan.

PNM menegaskan bahwa pembiayaan yang diberikan melalui Mekaar tidak hanya berfungsi sebagai akses modal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan yang mencakup pelatihan, literasi keuangan, serta penguatan kapasitas usaha.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap perempuan pelaku usaha ultra mikro dapat meningkatkan produktivitas usaha, memperbaiki kesejahteraan keluarga, serta memiliki alternatif pembiayaan yang lebih aman dibandingkan pinjaman informal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.