Winger tim nasional Portugal, Rafael Leao, mendapatkan kartu merah setelah terlibat insiden pemukulan dengan pemain Cile dalam laga persahabatan di Estadio Nacional, Oeiras, Sabtu (6/6/2026).
Pemain sayap AC Milan tersebut menjadi sorotan bukan karena performa impresif, melainkan akibat keterlibatannya dalam keributan di lapangan. Dalam pertandingan uji coba antara Portugal dan Cile itu, suasana memanas menjelang akhir babak pertama.
Leao diusir wasit bersama bek Cile, Ivan Roman, setelah keduanya terlibat dalam insiden adu fisik yang bermula dari ketegangan di sisi kiri lapangan. Awalnya, Joao Cancelo dan Felipe Faundez saling beradu kaki saat Portugal menyerang. Roman kemudian memancing emosi dengan menanduk wajah Cancelo, yang membuat Leao bereaksi dan mendorong pemain Cile tersebut.
Situasi semakin memanas hingga akhirnya Leao melayangkan pukulan ke wajah Roman, membuat sang bek terjatuh. Wasit langsung mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan kartu merah untuk kedua pemain yang terlibat.
Usai pertandingan, Leao menjelaskan alasannya melakukan tindakan tersebut. "Ujian pertama sudah lewat. Mengenai kartu merah, saya hanya ingin melindungi rekan setim, tidak pernah bermaksud menyakiti lawan," tulisnya dalam pernyataan di media sosialnya.
Peristiwa ini menarik perhatian publik, terlebih karena terjadi di tengah persiapan Portugal menuju Piala Dunia 2026. Media lokal bahkan menyebut laga itu lebih mirip pertarungan UFC daripada pertandingan sepak bola.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, juga mendapat pertanyaan dari wartawan mengenai apakah sikap emosional Leao bisa terulang di ajang besar seperti Piala Dunia mendatang.
Reaksi Wajar
Menanggapi hal tersebut, Martinez menilai reaksi Leao masih dalam batas wajar karena dilakukan untuk membela rekan setimnya. "Sepak bola penuh dengan gairah dan emosi. Reaksi Leao itu wajar," ujar Martinez, dikutip dari media Portugal, A Bola.
"Dia melakukan itu untuk melindungi rekan setimnya dan menunjukkan semangat tim. Itu adalah hal positif, meski tentu saja kami tidak boleh terlibat dalam provokasi," lanjutnya.
"Kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran. Saya senang dengan niat Leao untuk membantu rekan setimnya, tetapi kami harus belajar agar tetap fokus pada permainan dan tidak terpancing oleh lawan," tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Kapten tim, Bruno Fernandes, juga memberikan pembelaan terhadap Leao. "Jelas kami tidak ingin ada pemain yang diusir, tetapi kami semua harus saling melindungi," ucapnya.
"Saya rasa Leao hanya berusaha membantu Cancelo yang sedang tertekan. Sayangnya, dalam situasi dorong-dorongan itu, pemain Cile terjatuh. Dari kejadian ini kami belajar bahwa saling mendukung penting, namun harus dilakukan dengan cara yang lebih tenang agar tidak berujung kartu," tambahnya.
"Tetap ada sisi positif yang bisa diambil: kerja sama tim seperti ini akan menjadi kunci penting di Piala Dunia," tutup gelandang Manchester United tersebut.
Pertandingan uji coba melawan Cile merupakan laga pemanasan pertama Portugal bulan ini menjelang Piala Dunia 2026. Selecao das Quinas menang 2-1 lewat gol Goncalo Guedes dan Bruno Fernandes, sementara Cile hanya mampu membalas lewat gol telat Lucas Cepeda.
Selanjutnya, skuad Portugal akan menghadapi Nigeria di Leiria pada Rabu (10/6/2026), sebelum bertolak ke Amerika Utara. Tim asuhan Roberto Martinez dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo di Houston, Amerika Serikat, pada Rabu (17/6/2026).