Pemuda Katolik Jatim Teguhkan Komitmen Merawat Bumi Lewat Penanaman Pohon di Trawas, Mojokerto
Adrianus Adhi June 08, 2026 04:05 PM

SURYA.co.id, Mojokerto - Semangat merawat bumi sebagai rumah bersama diwujudkan Pemuda Katolik Komda Jawa Timur melalui keterlibatan aktif dalam Rekoleksi Rumpun Kerasulan Kevikepan Kategorial Keuskupan Surabaya 2026 di Trawas, Mojokerto, dengan aksi penanaman pohon.

Kegiatan rekoleksi yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di Sasana Krida Jati Jejer (SKJJ), Trawas, Mojokerto, mengusung tema “Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama”.

Sekitar 80 peserta hadir, mewakili berbagai kelompok kategorial di bawah naungan Kevikepan Kategorial Keuskupan Surabaya, seperti Pemuda Katolik, PMKRI, WKRI, Christian Life Community (CLC), KSY, KKIT, KKM, KMKS, AIC, dan lainnya.

Keterlibatan Pemuda Katolik Komda Jawa Timur diwujudkan melalui enam kader yang aktif dalam kepanitiaan, salah satunya Yohanes Brilian Jemadur sebagai Ketua Panitia.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata kaum muda Katolik terhadap upaya Gereja membangun kesadaran ekologis.

Tema rekoleksi dipilih sebagai respons atas panggilan Gereja untuk menghidupi pesan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si'. Peserta diajak menyadari bahwa persoalan lingkungan hidup bukan sekadar teknis atau ilmiah, melainkan juga moral dan spiritual.

Dalam sesi rekoleksi, R.P. Ignatius Suparno, CM menekankan bahwa Laudato Si' bukan hanya dokumen Gereja, melainkan ajakan membangun kepekaan hati terhadap realitas dunia.

“Dalam dokumen Laudato Si', Paus Fransiskus ingin mengajak kita merasakan bahwa bumi ini adalah rumah kita bersama. Karena itu, setiap kerusakan lingkungan menyentuh kehidupan kita bersama,” ungkap R.P. Ignatius Suparno, CM.

Ia menambahkan bahwa setiap upaya merawat bumi merupakan tanggung jawab terhadap sesama dan generasi mendatang.

Lebih lanjut, ia menegaskan keterkaitan erat antara krisis lingkungan hidup dan krisis sosial.

“Dokumen Laudato Si' menegaskan keterkaitan antara krisis lingkungan hidup dengan krisis sosial dalam bentuk ketidakadilan global,” jelasnya.

Menurutnya, kerusakan lingkungan sering berdampak besar pada kelompok masyarakat rentan. Oleh karena itu, merawat lingkungan tidak dapat dipisahkan dari membangun keadilan sosial.

Pesan ini menjadi refleksi mendalam bagi peserta, bahwa panggilan iman juga berarti menjaga martabat manusia melalui kepedulian ekologis.

Apa yang Didapat dari Kelas Rekoleksi?

Sebagai bentuk konkret penghayatan, peserta melaksanakan aksi penanaman pohon di lingkungan SKJJ Trawas. Jenis pohon yang ditanam meliputi: Juwet Putih, Durian Bawor, Gaharu, Sukun, Matoa

Pemilihan jenis pohon diharapkan memberi manfaat ekologis jangka panjang, mendukung penghijauan kawasan, serta menjadi simbol harapan dan tanggung jawab bersama.

Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan meliputi refleksi iman, diskusi kelompok, Perayaan Ekaristi, serta penyusunan komitmen ekologis yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, komunitas, maupun organisasi.

Ketua Panitia, Yohanes Brilian Jemadur, yang juga Wakil Sekretaris Bidang Moderasi Beragama Pemuda Katolik Jatim, menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi ruang memperdalam iman sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan.

“Melalui rekoleksi ini, kami ingin mengajak seluruh peserta untuk semakin menyadari bahwa merawat bumi bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga panggilan iman,” ujarnya.

Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh penyegaran rohani, tetapi juga terdorong menghadirkan kepedulian lingkungan melalui tindakan nyata.

Aksi penanaman pohon disebutnya sebagai simbol komitmen bersama menjaga keberlanjutan ciptaan dan mewariskan lingkungan lebih baik bagi generasi mendatang.

Melalui kegiatan ini, Rumpun Kerasulan Kevikepan Kategorial Keuskupan Surabaya berharap semangat Laudato Si' tidak berhenti pada refleksi, melainkan tumbuh menjadi gerakan nyata.

Peserta diajak untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan mengambil bagian dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.