TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Siak terpantau stabil pada awal pekan kedua Juni 2026.
Berdasarkan rekap harga Pasar Belantik yang dikeluarkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Siak, tidak tercatat kenaikan harga pada komoditas utama antara Jumat (5/6/2026) dan Senin (8/6/2026).
Sejumlah komoditas strategis seperti beras medium SPHP tetap berada di angka Rp12.400 per kilogram. Beras Cap Topi Koki bertahan Rp18.000 per kilogram, sementara beras Cap Naruto tetap Rp16.000 per kilogram.
Komoditas lain seperti gula pasir curah juga tidak mengalami perubahan dan masih dijual Rp18.000 per kilogram. Begitu pula minyak goreng curah Rp22.000 per liter, Minyak Kita Rp15.700 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp23.000 per liter.
Stabilitas harga juga terlihat pada komoditas protein hewani. Daging sapi lokal masih berada di kisaran Rp140.000 per kilogram untuk bagian paha depan dan paha belakang. Ayam broiler tetap Rp40.000 per kilogram, sedangkan telur ayam broiler bertahan Rp26.000 per kilogram.
Di kelompok hortikultura, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, dan bawang merah masing-masing masih dijual Rp50.000 per kilogram. Sementara bawang putih honan bertahan di angka Rp37.000 per kilogram.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Siak, Tengku Musa, mengatakan kondisi harga yang relatif stabil menunjukkan ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar masih terjaga.
“Hasil pemantauan kami menunjukkan harga kebutuhan pokok masyarakat masih stabil. Sampai saat ini belum ada lonjakan harga yang signifikan karena pasokan dari daerah pemasok masih lancar dan stok di tingkat pedagang mencukupi,” kata Tengku Musa, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, kestabilan harga tersebut dipengaruhi oleh lancarnya distribusi barang dari sentra produksi ke Kabupaten Siak. Selain itu, belum adanya gangguan cuaca ekstrem juga membantu menjaga ketersediaan komoditas di pasaran.
“Ketika distribusi berjalan baik dan pasokan tersedia, maka harga akan lebih mudah dikendalikan. Saat ini kondisi itu masih terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” ujarnya.
Meski demikian, Disperindagkop UKM Siak tetap melakukan pemantauan rutin terhadap sejumlah komoditas yang rentan mengalami fluktuasi harga, terutama cabai, bawang, dan sayuran.
“Komoditas hortikultura biasanya paling sensitif terhadap perubahan cuaca maupun gangguan distribusi. Karena itu kami terus melakukan monitoring agar jika terjadi kenaikan harga dapat segera diantisipasi,” kata Tengku Musa.
Dari data yang dihimpun, hampir seluruh komoditas yang dipantau menunjukkan perubahan harga nol persen. Kondisi ini mengindikasikan belum adanya gejolak harga kebutuhan pokok di Kabupaten Siak pada awal pekan kedua Juni 2026.
Selain itu, laporan pemantauan juga mencatat stok beras Bulog belum tersedia di lokasi pendataan. Namun kondisi tersebut belum berdampak terhadap harga beras secara umum karena pasokan beras komersial masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Tengku Musa menambahkan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna menjaga stabilitas harga menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat pada pertengahan tahun.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kelancaran pasokan. Selama stok aman dan distribusi tidak terganggu, harga kebutuhan pokok di Siak diperkirakan tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)