SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – PT Pertamina (Persero) melalui subholding komersialnya, Pertamina Patra Niaga, secara mengejutkan melakukan penyesuaian harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.
Mulai hari ini, Rabu (11/6/20260, harga produk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) resmi mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Penyesuaian harga ini diputuskan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator.
Langkah ini diambil sesuai dengan mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian terkini.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi ini telah mengikuti regulasi yang berlaku.
Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2026), dikutip dari laman resmi PT Pertamina Patra Niaga.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” tambahnya.
Baca juga: Kabar Baik! Bahlil Pastikan Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Roberth juga memastikan bahwa pasokan Pertamax series di jaringan SPBU Pertamina dalam kondisi aman.
Di sisi lain, bagi konsumen BBM bersubsidi tidak perlu khawatir.
Pertamina menegaskan harga Pertalite dan BioSolar tidak mengalami perubahan atau tetap, masing-masing di angka Rp 10.000 per liter dan Rp 6.800 per liter.
Kenaikan mendadak kelompok BBM nonsubsidi ini melengkapi catatan volatilitas pasar energi domestik dalam beberapa pekan terakhir.
Sebagaimana diketahui, Pertamina sebelumnya telah melakukan penyesuaian bertahap guna merespons imbas ketegangan geopolitik internasional serta pelemahan nilai tukar mata uang yang menekan biaya impor minyak mentah.
Berdasarkan riwayat pergerakan data keekonomian energi belakangan ini, harga minyak dunia terus merangkak naik akibat gangguan rantai pasok global.
Kondisi makro ekonomi ini memaksa harga dasar produk bahan bakar dengan oktan tinggi seperti Pertamax disesuaikan secara berkala agar tidak menciptakan celah kerugian yang besar pada keberlanjutan pasokan nasional.
Kenaikan tajam Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter hari ini menjadi puncak akumulasi tekanan pasar energi global yang harus diserap oleh pasar domestik.
Baca juga: Harga BBM 1 Juni 2026 Berubah di Semua SPBU Pertamina, Ada yang Turun dan Naik, Cek Rinciannya
Dikutip dari laman resmi PT Pertamina Patra Niaga, berikut adalah rincian harga terbaru jenis BBM nonsubsidi dan subsidi yang berlaku di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) per hari ini.
Pertamax Series
Dex Series (Bahan Bakar Diesel)
BBM Bersubsidi (Khusus Penugasan)
(Serambinews.com/Yeni Hardika)