Iran ke AS: Tinggalkan Wilayah Kami Jika Ingin Aman, Teheran Ancam Eskalasi Lebih Luas
Ansari Hasyim June 10, 2026 10:38 AM

 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan peringatan keras kepada Washington, menyusul serangkaian insiden militer di kawasan Teluk.

Dalam unggahan di platform X pada Selasa, Araghchi menegaskan bahwa Amerika Serikat telah memilih untuk “menguji tekad” Teheran.

Ia memastikan, angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan ancaman ataupun serangan berlalu tanpa balasan.

“Terlepas dari kekalahan mereka di medan perang, AS memilih menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang tangguh tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa tanggapan,” tulisnya.

Peringatan itu ditutup dengan kalimat yang menggetarkan kawasan: “Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman.”

Baca juga: Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Trump Murka dan Serukan Pembalasan

Ancaman tersebut menguat setelah Iran mengonfirmasi serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di kawasan.

Pernyataan resmi militer memang bersifat umum, namun telah ditegaskan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan markas besar Khatam al-Anbiya bahwa beberapa pangkalan AS menjadi sasaran.

Satu-satunya lokasi yang disebut secara terbuka adalah pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain. Meski tidak dirinci jumlah drone atau kemungkinan penggunaan rudal, bahasa pernyataan Teheran tergolong sangat keras.

Markas Khatam al-Anbiya menyatakan serangan itu merupakan respons langsung atas apa yang mereka sebut sebagai agresi militer AS di wilayah selatan Iran, yang diklaim dilakukan dengan dalih penembakan jatuh helikopter Amerika.

Disebutkan pula bahwa serangan tersebut merupakan operasi gabungan antara tentara Republik Islam dan Garda Revolusi.

“Militer AS harus memahami bahwa jika agresi diulangi, serangan yang lebih intens dan meluas akan dilancarkan terhadap target-target yang telah ditentukan di kawasan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, sebuah sinyal jelas adanya ancaman eskalasi lanjutan.

IRGC menegaskan bahwa pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain diserang menggunakan pesawat tak berawak sebagai tanggapan atas langkah yang mereka sebut “jahat” dari pihak musuh.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim pihaknya melakukan “serangan bela diri” terhadap Iran, sebagai respons atas penembakan jatuh helikopter serang AS di atas Selat Hormuz pada Senin.

Namun, versi Teheran berbeda. Wakil Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada penargetan yang disengaja terhadap helikopter AS oleh pasukan Iran.

Dengan pernyataan saling berseberangan dan ancaman terbuka dari Teheran, kawasan Timur Tengah kembali berada di persimpangan berbahaya di mana satu insiden saja berpotensi memicu konflik yang lebih luas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.