TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Jalur Sitinjau Lauik yang menjadi akses utama penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok mengalami kemacetan panjang di sejumlah titik pada Rabu (10/6/2026).
Kemacetan dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari perbaikan jalan, kendaraan besar yang mengalami kerusakan, hingga proses evakuasi truk yang sebelumnya mengalami kecelakaan.
Pantauan reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman di lapangan sekitar pukul 13.30 WIB menunjukkan aktivitas perbaikan jalan di salah satu titik sekitar lima kilometer dari gerbang PT Semen Padang atau sekitar 10 menit perjalanan menuju Sitinjau Lauik.
Pekerjaan tersebut menyebabkan penyempitan jalan dan sesekali diberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Meski demikian, kondisi lalu lintas di lokasi tersebut masih relatif lancar karena volume kendaraan belum terlalu padat.
Baca juga: Pertamina Buka Suara Alasan Pertamax Naik Hari Ini: Ikuti Tren Minyak Dunia
Memasuki kawasan sebelum Pendakian Panorama I, terdapat dua kendaraan besar yang mengalami kerusakan di badan jalan.
Satu unit truk lohan terlihat berhenti di sisi kanan jalan, sementara sebuah truk gandeng juga mengalami kerusakan di sisi lainnya.
Beruntung, lebar jalan di lokasi masih memungkinkan kendaraan lain melintas sehingga tidak menimbulkan kemacetan signifikan, meski petugas tetap menerapkan sistem buka tutup arus.
Di titik lain, tepatnya dekat area proyek pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, sejumlah kendaraan proyek dan truk terlihat terparkir di pinggir jalan.
Kondisi ini menyebabkan penyempitan badan jalan dan berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Rp17.000, Petugas Ingatkan Harga Baru Sebelum Isi BBM Demi Cegah Salah Paham
Kemacetan terparah terjadi di kawasan Panorama II. Di lokasi tersebut, petugas masih melakukan evakuasi terhadap sebuah truk yang mengalami kecelakaan.
Proses evakuasi menggunakan alat berat mengakibatkan satu jalur tidak dapat dilalui sehingga arus lalu lintas diberlakukan satu arah secara bergantian.
Sejumlah personel kepolisian tampak berjaga untuk mengatur lalu lintas dan membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Kendaraan dari arah Padang menuju Solok diarahkan melewati jalur baru, sedangkan kendaraan dari arah Solok menuju Padang dialihkan melalui jalur lama.
Akibatnya, antrean kendaraan dari arah Padang mengular hingga kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta atau sekitar lima kilometer dari Panorama II.
Sementara itu, kemacetan dari arah Solok mencapai kawasan Rumah Makan Mintuo atau sekitar dua kilometer dari lokasi evakuasi.
Kondisi lalu lintas semakin padat akibat masih adanya sejumlah pengendara minibus yang menerobos antrean dan melawan arus.
Aksi tersebut menyebabkan kendaraan dari arah berlawanan, terutama truk dan kendaraan besar, kesulitan melintas sehingga memperlambat pergerakan arus lalu lintas.
Baca juga: Imbas Harga Pertamax Naik Jadi Rp17.000 per Hari Ini, Antrean Pertalite di Padang Membludak
Iwan, seorang Youtuber yang kerap membuat konten di kawasan Sitinjau Lauik, mengatakan kemacetan mulai terjadi sejak proses evakuasi truk kecelakaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.
"Tadi sekitar jam 10.00 WIB sudah mulai macet karena proses evakuasi mobil yang kecelakaan itu. Arus lalu lintas diberlakukan buka tutup dan sebagian kendaraan diarahkan ke jalur lama," katanya kepada TribunPadang.com.
Menurutnya, proses evakuasi sempat dihentikan sementara karena antrean kendaraan yang semakin panjang.
"Karena macet panjang, proses evakuasi dihentikan dulu sementara, menunggu kondisi lalu lintas agak lengang sebelum dilanjutkan kembali," ujarnya.
Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka di Padang, Pedagang dan Warga Mengeluh Kesulitan Dua Pekan Terakhir
Sementara itu, Roby, seorang pengendara dari Kota Padang, mengaku telah terjebak kemacetan selama lebih dari satu jam.
"Sudah satu jam lebih menunggu, belum juga lancar. Ditambah banyak yang menerobos antrean, jadi makin lama kami di sini," katanya.
Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi lalu lintas mulai berangsur normal. Kendaraan dari kedua arah mulai bergerak secara bergantian dengan sistem buka tutup yang masih diberlakukan petugas.(*)