BPBD Pangkalpinang Siaga Hadapi Musim Kemarau, Fokus Antisipasi Karhutla dan Kekeringan
Ardhina Trisila Sakti June 10, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan membawa sejumlah potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah risiko yang berpotensi muncul selama periode musim kemarau berlangsung.

Menurutnya, terdapat dua ancaman utama yang menjadi perhatian BPBD, yakni meningkatnya potensi kebakaran lahan dan dampak kekeringan yang dapat memengaruhi sejumlah wilayah.

"Jadi kami dari BPBD, dalam hal ini ada dua kemungkinan risiko akibat musim kemarau, yakni terkait kebakaran lahan dan kekeringan," ujar Dedy Revandi, kepada Bangkapos.com, Rabu (10/6/2026).

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran lahan, BPBD Pangkalpinang telah menyiapkan personel yang sewaktu-waktu dapat diterjunkan ke lapangan apabila terjadi insiden.

Meski demikian, Dedy mengakui BPBD masih memiliki keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana penanganan kebakaran, sehingga koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) tetap menjadi langkah utama dalam proses penanganan.

"Untuk kebakaran lahan kami sudah mempersiapkan personel untuk mengantisipasi hal tersebut. Namun penanganannya tetap berkoordinasi dengan Damkar karena adanya keterbatasan prasarana yang kami miliki," katanya.

Tak hanya itu, BPBD Pangkalpinang juga akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna mendukung upaya mitigasi maupun penanganan apabila terjadi bencana selama musim kemarau.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk langkah-langkah antisipasi dan penanganan jika diperlukan," tambahnya.

Sejauh ini, BPBD Kota Pangkalpinang mencatat telah menerima laporan kebakaran yang terjadi di kawasan Pantai Pasir Padi. 

Kendati demikian, untuk dampak kekeringan, hingga kini pihaknya mengaku belum menerima laporan dari masyarakat terkait krisis air bersih maupun gangguan akibat minimnya pasokan air.

BPBD Pangkalpinang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas di tengah kondisi cuaca panas dan minim curah hujan.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.