Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta Inspektorat Provinsi Bengkulu untuk turun langsung ke SMAN 5 Kota Bengkulu menyusul polemik hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dikeluhkan sejumlah wali murid.
Sebelumnya, pada 9 Juni 2026 puluhan wali murid ini mendatangi SMAN 5 Kota Bengkulu, guna mempertanyakan skor atau penilaian peserta tak dipublikasi.
Hal itu diungkapkan Helmi dalam monitoring dan evaluasi (monev, red) kegitan SPMB Provinsi Bengkuku, di Gedung Pola Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (10/6/2026).
Langkah ini dilakukan setelah muncul berbagai pertanyaan dan dugaan dari masyarakat terkait tidak dibukanya hasil skor dalam pengumuman SPMB di sekolah tersebut.
Helmi Hasan meminta Inspektorat melakukan pemeriksaan guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan, usai Plt Kepsek SMAN 5 Kota Bengkulu, Lusi Rafiska memberikan keterangan ke Gubernur Bengkulu.
"Saya minta Inspektorat turun dan mengecek fakta yang sebenarnya. Pemerintah harus hadir untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan," kata Helmi Hasan usai menyambut pertnyataan dari Plt Kepsek SMAN 5 Kota Bengkulu, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting agar berbagai penafsiran maupun prasangka yang berkembang di tengah masyarakat dapat dijawab secara objektif melalui mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Dengan adanya pemeriksaan dari Inspektorat, Helmi berharap masyarakat mendapatkan kejelasan terkait proses pelaksanaan SPMB di SMAN 5 Kota Bengkulu.
"Sehingga penafsiran-penafsiran dan persangkaan-persangkaan yang muncul bisa dijawab dengan kebijakan dan fakta yang memang berlaku dalam pemerintahan," ujarnya.
Helmi juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjut Helmi, berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan murid baru agar kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tetap terjaga.
Respon Kadis Dikbud Bengkulu
Tanggapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, soal skroring hasil SPMB di SMAN 5 Kota Bengkulu tak muncul.
Sebelumnya, pada 9 Juni 2026 puluhan wali murid mendatangi SMAN 5 Kota Bengkulu, terkait skor yang tak muncul.
Zulhendri menjelaskan alasan skor hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 5 Kota Bengkulu sempat tidak ditampilkan saat pengumuman awal.
Menurut Zulhendri, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya menyelesaikan berbagai sanggahan yang disampaikan oleh orang tua maupun peserta didik selama proses seleksi berlangsung.
"Setelah ditemukan beberapa hal dalam masa sanggah, semuanya sudah dikonfirmasi kepada orang tua yang bersangkutan maupun peserta yang mengajukan sanggahan. Alhamdulillah, seluruh pihak dapat menerima hasil klarifikasi tersebut," kata Zulhendri usai kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Gedung Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (10/9/2026).
Ia menegaskan bahwa transparansi perlu terus dijaga agar tidak menimbulkan prasangka maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Kita ingin semuanya jelas sehingga tidak muncul prasangka yang tidak berdasar," ujarnya.
Terkait tidak dicantumkannya skor pada pengumuman awal, Zulhendri menjelaskan bahwa secara umum nilai atau skor memang sebaiknya ditampilkan kepada publik. Namun sebelum pengumuman dilakukan, pihak sekolah telah menggelar rapat internal untuk menentukan mekanisme yang digunakan.
Menurut dia, terdapat kendala teknis di internal sekolah karena operator yang menangani sistem masih dalam tahap penyesuaian dan pembelajaran.
"Pada prinsipnya skor memang perlu ditampilkan. Namun saat itu ada pertimbangan internal dan kendala teknis karena operator baru masih dalam proses belajar menggunakan sistem," jelasnya.
Meski demikian, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu telah meminta agar seluruh informasi yang berkaitan dengan hasil seleksi dapat disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
"Kami meminta agar semuanya jelas dan terbuka sehingga masyarakat dapat memahami hasil seleksi yang telah dilakukan," tutup Zulhendri.
Alasan Sekolah Tak Keluargan Skor Calon Murid
Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kota Bengkulu, Lusi Rafiska, saat ditanya Helmi Hasan langsung mengankat tangan untuk menjelaskan persoalan skoring.
Ia menjelaskan alasan nilai skoring calon murid dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tidak ditampilkan saat pengumuman hasil seleksi.
Menurut Lusi, keputusan tersebut diambil karena keterbatasan waktu serta proses verifikasi data yang masih berlangsung hingga menjelang batas akhir pengumuman.
"Karena waktu sudah sore dan banyak telepon masuk menanyakan mengapa sekolah belum mengumumkan hasil seleksi, kami mengambil kebijakan untuk terlebih dahulu mengumumkan nama-nama peserta yang diterima," kata Lusi saat ditanya Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Ia menjelaskan, proses penilaian dan penyusunan peringkat dilakukan melalui sistem yang memerlukan pengecekan ulang secara manual.
Sekolah khawatir terjadi kesalahan apabila skor langsung ditampilkan tanpa proses verifikasi yang matang.
"Kami khawatir terjadi kesalahan penampilan data akibat pengambilan data yang kurang tepat. Karena itu, kami mengumumkan hasil penerimaan terlebih dahulu, sementara skor dan peringkat masih diverifikasi kembali," ujarnya.
Lusi menuturkan, sesuai ketentuan, hasil seleksi wajib diumumkan pada hari yang sama. Sementara itu, tim panitia baru menyelesaikan proses menjelang batas waktu pengumuman.
Ia menambahkan, skor peserta sebenarnya telah tersedia dan ditempelkan di lingkungan sekolah setelah dilakukan pengecekan secara manual oleh panitia.
Terkait masa sanggah, SMAN 5 Bengkulu membuka layanan sanggah pada Selasa mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Sebanyak 20 calon murid bersama orang tua datang mengajukan sanggahan dan seluruhnya telah dilayani serta diberikan kesempatan melihat skor masing-masing.
"Dari total sanggahan yang masuk, terdapat 13 sanggahan pada jalur prestasi akademik, lima sanggahan pada jalur prestasi non-akademik, dan dua sanggahan pada jalur afirmasi. Semuanya sudah kami verifikasi langsung," jelasnya.
Lusi mengungkapkan, salah satu kendala dalam proses SPMB tahun ini adalah banyak calon murid yang tidak melakukan verifikasi berkas langsung ke sekolah setelah mendaftar secara daring.
Menurutnya, dari ratusan pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya sekitar 46 calon murid yang menyerahkan dokumen pendukung ke sekolah.
Akibatnya, sekolah kesulitan melakukan pengecekan keabsahan sejumlah dokumen prestasi yang digunakan peserta saat mendaftar.
"Banyak peserta menganggap proses selesai setelah melakukan validasi di dinas dan pendaftaran secara online. Padahal, sekolah membutuhkan dokumen pendukung untuk memastikan keabsahan piagam atau prestasi yang digunakan dalam seleksi," ungkapnya.
Lusi memastikan seluruh sanggahan yang masuk telah ditindaklanjuti. Setelah masa sanggah berakhir, panitia dan dewan guru juga menggelar rapat untuk memverifikasi ulang seluruh laporan serta mengecek kembali data peserta yang menjadi objek sanggahan.
"Seluruh sanggahan sudah kami verifikasi dan kami bahas kembali dalam rapat panitia untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan," tutupnya.