Aksi Mahasiswa UHO Kendari Tolak Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Desak Pemerintah Evaluasi
Sitti Nurmalasari June 10, 2026 11:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Bundaran Tank, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (10/6/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 21.00 Wita ini, sempat diwarnai dengan pembakaran ban bekas di tengah jalan yang menghubungkan Jalan Malaka, Martandu, Bunggasi, dan Jalan AH Nasution.

Lokasi Bundaran Tank dipilih karena strategis, terletak di kawasan bisnis baru Anduonohu, serta memiliki akses yang sangat dekat dengan Kampus UHO.

Dalam orasinya, salah satu orator mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang kian tertekan.

Baca juga: Tak Tahu Harga Pertamax Naik, Pengecer di Jalan Malaka Kendari Kaget Pembeli Borong hingga 3 Botol

Menurut mereka, kenaikan harga BBM non subsidi menjadi katalisator yang memperburuk situasi di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli masyarakat.

"Kebijakan ini kian mencekik rakyat. Beban ekonomi masyarakat sudah berat, ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM yang berdampak pada rantai distribusi dan harga barang kebutuhan lainnya," ujar salah satu massa aksi saat menyampaikan orasi.

Mereka menilai pemerintah kurang mempertimbangkan dampak psikologis dan ekonomi secara makro terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah. 

Kenaikan harga di tengah situasi ekonomi yang belum stabil dianggap sebagai langkah yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat banyak.

Sebagai tindak lanjut, kelompok mahasiswa ini menyatakan akan memperluas cakupan gerakan. 

Baca juga: Pertamax Eceran di Kendari Rp17.500 per Liter, Pengecer Sesuaikan Harga Pertamina Agar Tetap Untung

Mereka berencana melakukan konsolidasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas jurusan dan berbagai kampus di Kota Kendari.

Tujuannya adalah menggalang kekuatan kolektif untuk menolak kebijakan kenaikan harga BBM secara lebih masif dan terorganisir.

Hingga aksi berakhir pada malam hari, situasi di sekitar kawasan Anduonohu sempat mengalami kepadatan arus lalu lintas. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.