KM Sebanyak Beserta ABK Terombang-Ambing di Perairan Bebuar Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan
Hendra June 11, 2026 11:40 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Sebanyak yang mengalami mati mesin di Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, pada Kamis (11/06/2026) dini hari.

Dantim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, Yurizal menyampaikan, ABK yang sempat terombang-ambing bersama kapal di tengah laut berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat dan sehat.

Yurizal menjelaskan, pencarian intensif yang dilakukan sejak Rabu (10/06) malam membuahkan hasil saat Tim SAR Gabungan yang bertolak menggunakan kapal nelayan tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) pada pukul 23.50 WIB. 

Hanya berselang dua menit setelah tiba, tepatnya pada pukul 23.52 WIB, tim berhasil mendeteksi keberadaan KM Sebanyak yang tengah berada dalam posisi lego jangkar di tengah laut.

Baca juga: Alami Mati Mesin Parah, KM Sebanyak dari Selat Nasik Terdampar di Perairan Bebuar

"Setelah memastikan seluruh ABK yang berjumlah tiga orang dalam kondisi sehat, Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. Kapal kayu tersebut kemudian ditarik (towing) secara perlahan menuju Pelabuhan Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah," sebutnya.

Ia menerangkan, poses penarikan kapal memakan waktu sekitar kurang lebih tiga jam. 

Setelah itu, Kamis (11/06/2026) dini hari pukul 02.35 WIB, rombongan tim evakuasi bersama KM Sebanyak akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Batu Belubang. 

"Ketiga ABK yang berhasil diselamatkan langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga yang telah menunggu di pelabuhan," jelasnya.

Dikatakan Yurizal usai proses evakuasi selesai dilakukan, Kansar Pangkalpinang menyatakan operasi SAR ini resmi ditutup.

Disisi lain dirinya menyebutkan, pelaksanaan operasi penyelamatan pada malam hari ini sempat menghadapi faktor penghambat berupa jarak pandang yang terbatas (visibility terbatas). 

"Kendati demikian, kondisi cuaca di lapangan terpantau cukup mendukung dengan langit berawan, kecepatan angin 10 knots dari arah Barat, serta ketinggian gelombang laut berkisar antara 0,8 hingga 1 meter," terangnya

Sebelumnya diketahui, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi pada sebuah kapal motor dilaporkan mengalami mati mesin di sekitar Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (10/06/2026).

Dantim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, Yurizal menjelaskan, Kapal bernama KM Sebanyak tersebut diketahui mengangkut tiga orang dan sempat terombang-ambing di lautan.

Yurizal menerangkan, ​berdasarkan kronologi kejadian, KM Sebanyak yang merupakan kapal kayu berwarna putih tersebut bertolak dari Pelabuhan Rakyat Selat Nasik, Kabupaten Belitung, pada Selasa (09/06) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kapal dijadwalkan berlayar menuju Pelabuhan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Namun, memasuki hari Rabu (10/06) pukul 15.30 WIB, kapal mengalami kendala kerusakan mesin fatal saat berada di posisi Perairan Bebuar," ujar Yurizal dalam keterangan yang diterima Bangkapos.com, Kamis (11/6/2026) pagi.

Menurutnya, Anak Buah Kapal (ABK) sempat berupaya melakukan perbaikan teknis secara mandiri di tengah laut. Akan tetapi karena kerusakan tidak kunjung teratasi dan posisi kapal kian rentan, salah seorang ABK bernama Dika langsung menghubungi Kansar Pangkalpinang pada pukul 18.52 WIB guna memohon bantuan evakuasi darurat.

"​Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue menuju titik evakuasi. Pada pukul 19.10 WIB, personil penyelamat Kansar Pangkalpinang diberangkatkan menuju pelabuhan rakyat Desa Bebuar," terangnya.

Selanjutnya, pada pukul 19.30 WIB, Rabu (10/6/2026) Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Rescue Basarnas dan nelayan setempat resmi bertolak dari Pelabuhan Rakyat Desa Batu Belubang menuju lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan kapal nelayan.

"Adapun koordinat perkiraan lokasi kapal berada di posisi 2°14'51.9"S 106°27'47.2"E, atau sekitar 21 Mil Laut (Nautical Miles) dari Kansar Pangkalpinang dengan radial 103 derajat," jelasnya. 

Terakhir ia menyebutkan, operasi penyelamatan ini mengerahkan personil Rescue Kantor SAR Pangkalpinang dibantu oleh orang nelayan lokal. 

"Selain kapal nelayan sebagai sarana angkut utama, tim di lapangan turut dibekali dengan satu set perangkat komunikasi satelit Starlink untuk memastikan kelancaran koordinasi tanpa kendala sinyal kepada para korban," tutupnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.