Omzet Pijat hingga Pedagang Kerupuk Tunanetra Anjlok, Terimbas Pelemahan Rupiah dan Kenaikan BBM
Jaisy Rahman Tohir June 11, 2026 05:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO  - Tunanetra di Jakarta Timur mengeluhkan merosotnya pendapatan mereka di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan naiknya harga bbm nonsubsidi, Pertamax.

Menurut Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPC Jakarta Timur, dalam dua bulan terakhir omzet tunanetra yang bekerja menjadi pedagang kerupuk dan pemijat anjlok hingga 50 persen.

Kondisi ini dikhawatirkan terus memburuk karena mayoritas pengguna jasa pijat tunanetra merupakan pekerja kelas menengah.

"Ditambah lagi sekarang tiba-tiba bensin yaitu Pertamax itu tiba-tiba naik lagi. Wah, ini sudah makin morat-marit lagi," kata Ketua Pertuni DPC Jakarta Timur, Mulyawan, Kamis (11/6/2026).

Padahal para penyandang disabilitas yang bekerja di sektor informal seperti pedagang kerupuk dan membuka jasa pijat merupakan kelompok rentan, dan tak memiliki penghasilan tetap.

Sehingga ketika banyak warga yang justru mengurangi belanja kebutuhan sekunder seperti kerupuk atau menggunakan jasa pijat, para tunanetra kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di satu sisi, mereka kesulitan mendapatkan kesetaraan kesempatan bekerja, kondisi tersebut membuat kelompok penyandang disabilitas kian terhimpit ekonomi.

"Kalau untuk teman-teman yang seperti pedagang, pijat masih kesulitan. Kita masih mencari cara yang bisa membuat teman-teman menambah income untuk biaya tambahan hidup," tuturnya.

Atas kondisi tersebut, para anggota Pertuni DPC Jakarta Timur berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan mengembalikan daya beli warga.

Mulyawan berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas saat menentukan kebijakan publik, khususnya terkait ekonomi.

"Harapan saya sih di tengah ekonomi sulit ini untuk pemerintah tolonglah distabilkan kembali ekonomi yang saat ini sudah morat-marit yang enggak karuan inilah. Stabilkan semua harga," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.