Palembang (ANTARA) - Sebanyak 3.101 haji asal Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang tergabung dalam Debarkasi Palembang telah kembali ke Tanah Air hingga kedatangan kelompok terbang (kloter) tujuh pada Kamis (11/6).

Kasubbag Humas PPIH Debarkasi Palembang Haris Alkawarizmi di Palembang, Sabtu mengatakan jamaah yang telah dipulangkan tersebut terdiri atas 2.657 haji asal Sumatera Selatan dan 444 haji asal Bangka Belitung.

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir proses pemulangan difokuskan terhadap jamaah haji asal Bangka Belitung yang tergabung dalam kloter tujuh dan delapan.

Jamaah kloter tujuh tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Kamis sekitar pukul 14.50 WIB. Setelah itu, jamaah langsung melanjutkan penerbangan domestik menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada hari yang sama.

Kemudian, jamaah kloter delapan yang juga berasal dari Bangka Belitung tiba di Palembang pada Jumat (12/6) sekitar pukul 14.25 WIB dan menjalani proses pemulangan dengan mekanisme serupa.

“Dua hari ini kloter tujuh dan delapan asal Babel. Setelah tiba di Palembang, mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Pangkalpinang,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan pemulangan jamaah asal Bangka Belitung, PPIH Debarkasi Palembang selanjutnya bersiap menerima kedatangan jamaah haji dari kloter berikutnya yang dijadwalkan tiba di Palembang pada Minggu (14/6) siang.

Ia memastikan seluruh petugas PPIH Debarkasi Palembang tetap siaga dalam memberikan pelayanan kepada jamaah yang tiba di Asrama Haji Palembang. Koordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapan transportasi bagi jemaah menuju daerah masing-masing.

“Petugas PPIH Debarkasi akan menyambut sesuai tugas masing-masing. Koordinasi dengan pemda kabupaten/kota juga dilakukan melalui Kemenag kabupaten/kota terkait bus angkutan,” ujarnya.

Hingga saat ini terdapat delapan orang haji asal Embarkasi Palembang yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi, dengan rincian tujuh asal Sumsel dan satu asal Babel.

Selain itu, terdapat sejumlah jamaah yang mendapatkan kebijakan tanazul atau pemulangan lebih cepat dari jadwal kloter reguler karena alasan kesehatan maupun bergabung dengan kelompok terbang asalnya.

“Ada beberapa yang dipulangkan lebih cepat dikarenakan bergabung dengan kloter asalnya dan alasan kesehatan,” kata Haris.