Jestham Berbagi: Berkah Tak Terduga di Balik Jualan Indomie Rp 1.800
Aisyah Sumardi June 13, 2026 05:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah kesuksesan misi berbagi sembako sebelumnya, Jesica Thamrin atau yang akrab disapa Jestham, kembali melanjutkan perjalanan hatinya dengan inovasi baru. Kali ini, bukan beras atau minyak goreng yang Ia bawa, melainkan sekardus Indomie yang Ia jual dengan harga yang mustahil untuk dilewatkan, hanya Rp 1.800. Sebuah angka yang lebih dari sekadar harga, melainkan sebuah pintu yang dibuka lebar-lebar untuk memulai percakapan, menyentuh kehidupan, dan menjadi perantara rezeki yang tak terduga. Misi ini Ia jalani dengan menyapa siapapun yang Ia temui di perjalanan, dari driver ojol hingga tukang parkir, membawa pesan bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja.(28/07/25)

 

Target pertama yang berhasil menarik perhatian Jestham adalah seorang abang ojol yang sedang berhenti di pinggir jalan. Dengan langkah pasti dan senyum yang tulus, Jestham menghampiri dan menawarkan dagangannya, “Abang, mau beli jualan saya Indomie harga Rp 1.800 gak?” Sapaan hangatnya justru ditanggapi dengan gelak tawa dan rasa tidak percaya. “Ah, mana mungkin,” ujar sang abang ojol sambil terkekeh, keheranan mengingat label harga yang untuk sekardus mi instan tersebut. Sebuah keraguan yang wajar di tengah dunia yang penuh hitungan.

Jestham Berbagi: Berkah Tak Terduga di Balik Jualan Indomie Rp 1.800
Hangatnya Berbagi Sesama dan Indahnya Bersyukur

Namun, keraguan itu perlahan luluh saat Jestham meyakinkannya. Sang abang pun mengeluarkan uang Rp 2.000. Di saat sang abang bersiap menerima kembalian dua ratus rupiah, keajaiban terjadi. Jestham justru menyelipkan selembar uang yang jauh lebih besar sejumlah Rp 200.000 ke dalam genggamannya. Ucapan syukur dan terima kasih langsung membanjir dari abang ojol yang takjub itu. “Ini rezeki dari Tuhan untuk abang,” ujar Jestham, meyakinkan bahwa pertemuan mereka bukanlah suatu kebetulan.

 

Tidak berhenti di situ, misi kebaikan ini berlanjut kepada seorang kurir makanan online. Dengan polosnya, sang bapak memberikan selembar uang Rp 5.000 untuk membeli “Indomie ajaib” tersebut. Jestham pun membalas dengan kejutan yang sama. Senyum kekaguman dan rasa syukur yang tulus langsung merekah di wajah sang kurir. “Murah rezekinya selalu ya, Pak,” doa tulus yang diucapkan Jestham seakan mengukir harapan baru bagi seorang Bapak yang mungkin sedang menjalani hari yang berat.

 

Seorang bapak ojol lain yang sedang menunggu orderan menjadi sasaran berikutnya. Dengan antusias, Ia langsung merogoh dompetnya. Ekspresi antusiasme itu berubah menjadi keterkejutan yang membahagiakan saat Ia menerima “kembalian” yang jauh melampaui imajinasinya. Senyumnya melebar, menyiratkan kebahagiaan dan kelegaan yang mungkin sudah lama tidak Ia rasakan. Sekali lagi, secarik kertas bukanlah satu-satunya cara menyampaikan doa melainkan sebuah interaksi sederhana pun bisa menjadi jawaban.

 

Puncak dari perjalanan ini terjadi ketika Jestham menemui seorang bapak ojol yang tertidur lelah di atas motornya. Dengan penuh kesabaran, Jestham membangunkannya dan menawarkan “jualan”nya. Setengah sadar, bapak itu mengeluarkan uang dengan penuh keraguan. Komedi pun terjadi saat angin menerbangkan beberapa lembar uang “kembalian” yang diberikan Jestham. Setelah suasana sedikit cair, sang bapak baru menyadari bahwa uang yang diterimanya bukanlah Rp 200, melainkan Rp 200.000. “Rezeki dari Tuhan untuk Bapak,” ucap Jestham sekali lagi, mengukir keyakinan bahwa pertolongan itu nyata.

 

Misi sederhana berjualan Indomie Rp 1.800 ini berhasil mengukir banyak senyuman, menjadi jawaban bagi mereka yang mungkin sedang menghadapi hari yang sulit. Jestham hadir sebagai perantara Tuhan di waktu yang tepat, mengingatkan kita bahwa berbagi tidak melulu tentang jumlah, tetapi tentang ketulusan. Setiap kejutan yang diberikan adalah simbol harapan, bahwa ada cahaya di tengah kepenatan.

 

Kisah ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kebahagiaan seringkali hadir dari cara yang tidak terduga. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, Ia memiliki kekuatan untuk menularkan semangat, mengembalikan senyum, dan menjadi alasan bagi seseorang untuk tidak pernah putus berharap pada rancangan Tuhan yang indah pada waktunya. Teruslah berbagi, karena kita tidak pernah tahu, selembar uang kembalian bisa jadi adalah pelipur lara yang selama ini dinantikan.(*)


Referensi
https://www.tiktok.com/@jesicathamrin/video/7532318452904725768

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.