Update Kasus Pelecehahan Atlet: Perbakin Surabaya Ungkap Akal Bulus Pelaku
Cak Sur June 13, 2026 06:49 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang atlet cabang olahraga menembak dan berburu di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mendapat perhatian serius dari Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Surabaya.

Organisasi tersebut, menilai tindakan terduga pelaku dilakukan dengan modus pemberian hukuman kepada korban.

Informasi yang diterima Perbakin menyebut, dugaan pelecehan bermula ketika korban mendapatkan hukuman usai menjalani latihan menembak.

Hukuman dilakukan dengan cara menggelitik korban saat dinilai tidak tepat sasaran dalam latihan.

Baca juga: KONI Surabaya Tegas Nonaktifkan Oknum Pengurus Terkait Dugaan Pelecehan Atlet

Perbakin Nilai Hukuman Hanya Dalih Pelaku

Ketua Harian Perbakin Surabaya, Hadi Susilo, mengatakan berdasarkan keterangan yang diterima dari orang tua korban, peristiwa itu terjadi setelah sesi latihan berakhir.

“Peristiwa itu terjadi setelah selesai latihan, menurut pengakuan dari orang tua korban,” ujar Hadi Susilo di Kantor Perbakin Surabaya, Jalan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, bentuk hukuman yang diberikan kepada korban menimbulkan tanda tanya besar, karena tidak diterapkan kepada atlet lain.

Kondisi tersebut, dinilai menjadi salah satu indikasi bahwa hukuman tersebut hanya dijadikan modus oleh terduga pelaku.

“Pertanyaannya kenapa kok hanya korban yang dapat hukuman tersebut? Sedangkan yang lain dapat hukuman lain. Berarti kan udah jadi modus dari situ,” katanya.

Sentuhan Fisik Dilarang dalam Pembinaan Atlet

Hadi menegaskan, bahwa hukuman dalam bentuk sentuhan fisik tidak dibenarkan dalam proses pembinaan atlet.

Selama ini, mekanisme hukuman yang diterapkan dalam latihan umumnya berupa tantangan atau pertandingan mini yang tetap berkaitan dengan peningkatan kemampuan atlet.

“Secara etika tidak boleh. Biasanya yang diterapkan hukuman fisik, itupun dalam bentuk pertandingan mini,” ujarnya.

Perbakin Surabaya menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip pembinaan olahraga yang menjunjung tinggi keamanan dan kenyamanan atlet.

Perbakin Siap Dampingi Korban

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban, Perbakin Surabaya menyatakan siap memberikan dukungan moral dan bantuan yang diperlukan, termasuk pendampingan psikologis.

Organisasi itu juga telah menyampaikan surat resmi kepada keluarga korban, sebagai bentuk perhatian dan komitmen dalam mendukung pemulihan korban pasca kejadian.

“Kami sudah keluarkan surat resminya kepada keluarga korban, termasuk psikologi. Kalau perlu apa yang dibutuhkan oleh korban kami akan siap membantu,” tandas Hadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.