Ketua Umum BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin usai bertemu Wapres Gibran
Pipit Maulidya June 16, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Senin (15/6/2026) malam, sejumlah perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di Jakarta diterima langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa melayangkan ultimatum keras kepada pemerintah untuk merespons tuntutan mereka dalam waktu 5x24 jam.

Diketahui, para mahasiswa melakukan aksi di beberapa titik vital seperti di depan Gedung DPR RI dan kawasan Patung Kuda membawa sejumlah isu krusial, mulai dari sektor fiskal, pendidikan, hingga penegakan hukum.

Baca juga: Badan Gizi Nasional Rombak Skema Insentif Dapur MBG, Bukan Lagi Rp 6 Juta Per Hari

4 Poin Utama Tuntutan Mahasiswa

Koordinator aksi sekaligus Ketua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi, mengungkapkan ada beberapa klaster tuntutan yang disampaikan langsung kepada Wapres Gibran:

  1. Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

  2. Mahasiswa mendesak pemerintah membekukan sementara program MBG untuk dilakukan audit transparansi secara menyeluruh.

  3. Subsidi UKT

  4. Mereka meminta anggaran MBG dialihkan untuk mensubsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya operasional perguruan tinggi agar pendidikan lebih terjangkau.

  5. Stabilitas Rupiah dan Harga BBM

  6. Mendesak intervensi pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan membatalkan kenaikan harga BBM (khususnya Pertamax) di tingkat regional yang dinilai memukul daya beli masyarakat.

  7. Review UU POLRI

  8. Mahasiswa menuntut pemerintah mengirimkan rekomendasi ke DPR RI guna melakukan legislative review terhadap UU POLRI yang baru disahkan.

Ultimatum 5x24 Jam

Mahasiswa menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar formalitas. Mereka memberikan batas waktu hingga Jumat, 19 Juni 2026, bagi pemerintah untuk menunjukkan progres nyata atas tuntutan tersebut.

"Apabila dalam waktu 5x24 jam pihak pemerintah mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif, maka kami menyatakan pemerintah telah cacat legitimasi moral," tegas Abdi usai pertemuan.

Ia juga mengancam akan adanya aksi lanjutan atau demo jilid berikutnya jika aspirasi tersebut tidak direalisasikan.

Respons Wapres Gibran

Dalam pertemuan yang berlangsung hingga pukul 18.43 WIB tersebut, Wapres Gibran tampak mengenakan batik cokelat dan menyimak langsung poin-poin yang disampaikan.

Meski tidak memberikan pernyataan resmi kepada media, perwakilan mahasiswa menyebut bahwa Gibran mencatat detail tuntutan tersebut di buku kecil.

"Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji akan meneruskan aspirasi ini kepada Presiden Prabowo Subianto," lanjut Abdi.

Aksi Serentak di Berbagai Daerah

Gerakan mahasiswa ini tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta. Di hari yang sama, aksi serupa meletus di Tasikmalaya (Jawa Barat) dan Lampung.

Di Tasikmalaya, massa menggelar aksi bertajuk "TASIKUSIK VOL.2" yang menyasar Balai Kota dan Depot Pertamina sebagai bentuk protes atas kenaikan harga BBM.

Di Jakarta sendiri, massa yang sebelumnya memadati Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jenderal Sudirman mulai membubarkan diri dengan tertib pada Senin sore di bawah pengawalan ketat pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.