Revitalisasi Pasar Raya Padang Dimulai 22 Juni, Pedagang Bingung Cari Tempat Jualan Sementara
Rezi Azwar June 18, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota Padang akan melakukan revitalisasi Pasar Raya Padang yang berada di Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Namun, proses pembangunan ini berdampak pada aktivitas pedagang.

Revitalisasi pasar ini direncanakan akan dimulai pada 22 Juni 2026 untuk pembenahan infrastruktur hingga disiapkan menjadi destinasi wisata.

Untuk itu, sejumlah pedagang menyebut tak tahu tempat berjualan alternatif dan sebagian lainnya meminta pengerjaan proyek ditunda.

Pedagang kaki lima, Arita (51) mengaku sangat terdampak saat rencana proyek revitalisasi Pasar Raya Padang tersebut.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang Tak Hanya Benahi Infrastruktur, Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

Ia diketahui berjualan kosmetik di komplek Merlin, di samping gang Rajawali di Pasar Raya Padang.

"Iya, saya tentu mengeluh dengan adanya sebagai pedagang, karena namanya mencari makan di sini," kata dia saat memberikan keterangan, Kamis (18/6/2026).

Arita menyebut tidak terpikirkan lokasi untuk berjualan kembali, selama pengerjaan revitalisasi Pasar Raya Padang dilakukan.

Ia mengaku sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Raya Padang, saat bangunan Fase VII dipegang Stanza.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang Siapkan Terminal Angkot Baru, Akses Pengunjung Dipermudah

"Saya sudah lama berjualan di Pasar Raya Padang, bahkan tidak dapat tempat di bangunan fase VII, padahal sudah berjualan di sana sejak lama. Untuk itu, barulah saya berjualan kaki lima di komplek Merlin," terangnya.

Ia menyebut, tidak tahu harus mencari penghidupan di mana lagi apabila revitalisasi pasar dilakukan.

Kata Arita, lokasi lapaknya sekarang memang masuk proyek revitalisasi, sebab trotoar yang ditempati bakal dibangun bangku.

"Kalau pengerjaannya lama, saya tidak tahu harus cari makan di mana, tapi kalau ada solusi untuk dipindahkan, tergantung tempatnya juga," pungkasnya.

Baca juga: DPRD Padang Kawal Revitalisasi Pasar Raya, Minta Terminal Angkot Jadi Prioritas Utama

Senada, pedagang lainnya bernama Harlis Kurnia (92) mengatakan juga terdampak proyek revitalisasi Pasar Raya Padang.

Ia mengaku tak tahu harus pindah kemana untuk berjualan. Sementara kata Harlis, jual beli sangat minim.

"Ke mana kami akan pindah, ini harapan pedagang," tegas pedagang papan reklame dan bordir nama itu.

Kendati demikian, Harlis tak menolak proyek revitalisasi Pasar Raya Padang. Hanya saja ia minta ditunda usai tahun ajaran baru berakhir.

Menurut dia, ketika tahun ajaran baru banyak masyarakat yang berbelanja ke Pasar Raya Padang. Dengan itu, jual beli pedagang juga meningkat.

Namun apabila proyek revitalisasi dilakukan saat tahun ajaran baru, para pedagang akan kehilangan pelanggan.

"Proyeknya kan tanggal 22 Juni 2026 nanti, sebentar lagi tahun ajaran baru, itu banyak masyarakat yang berbelanja dan ditunggu pedagang. Karena, banyak yang beli baju sekolah, sepatu, buku, tas, dan buat papan nama, kami tentu kehilangan pembeli, kalau bisa ditunda setelah ajaran baru selesai," sebutnya.

Tak Sekadar Tempat Belanja, Pasar Raya Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi mencakup penataan area air terjun yang disiapkan menjadi ikon baru kota, pembangunan trotoar ramah disabilitas, serta penertiban parkir untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi mencakup penataan area air terjun yang disiapkan menjadi ikon baru kota, pembangunan trotoar ramah disabilitas, serta penertiban parkir untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Pemerintah Kota Padang mulai merealisasikan program revitalisasi Pasar Raya Padang yang akan berlangsung mulai 22 Juni hingga 31 Desember 2026.

Revitalisasi tersebut tidak hanya menyasar perbaikan fisik pasar, tetapi juga penataan sistem transportasi, terminal angkot, hingga pengembangan kawasan pasar sebagai destinasi wisata.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan sejumlah proyek strategis di kawasan Pasar Raya saat ini sudah memasuki tahap lelang.

Menurutnya, revitalisasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari perbaikan jalan, trotoar, taman, drainase, hingga penataan bangunan dan pembinaan terhadap pedagang.

"Sudah ada beberapa lelang yang kita lakukan untuk proyek-proyek strategis di pasar. Kita akan pastikan bagaimana terminal angkot juga ada di situ. Jalan dari terminal angkot ke titik-titik strategis di Pasar Raya akan kita perbaiki," kata Fadly Amran kepada TribunPadang.com, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, konsep revitalisasi yang diusung bukan sekadar menjadikan Pasar Raya sebagai pusat perdagangan, melainkan juga sebagai destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Baca juga: Agenda Wali Kota dan Wawako Padang Hari Ini, Lepas Parade Tauhid dan Hadiri 1 Muharram 1448 H

Pasar Raya Ditargetkan Jadi Destinasi Wisata

Fadly menilai pasar tradisional memiliki potensi besar untuk menjadi ruang interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal.

Karena itu, Pemko Padang ingin menghadirkan suasana pasar yang nyaman, tertata, dan memiliki daya tarik tersendiri.

"Pasar ini harus menjadi tujuan bukan hanya untuk berbelanja, tapi juga berpariwisata. Kita ingin Kota Padang memiliki pasar tradisional yang menjadi living museum terhadap pergerakan ekonomi dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat Kota Padang," ujarnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemko Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk revitalisasi Pasar Raya pada tahun 2026, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurut Fadly, kawasan-kawasan penunjang seperti Plaza Andalas dan SPR Plaza juga akan dikoneksikan dengan Pasar Raya agar aktivitas ekonomi semakin hidup.

Selain itu, terminal angkot akan dibagi ke dua lokasi, yakni di kawasan Sandang Pangan dan eks Iwapi.

"Kita meyakini ini akan menjadi pasar yang aktif dan menarik bagi masyarakat banyak," katanya.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Jadikan 1 Muharram 1448 H Momentum Perubahan dan Muhasabah

Terminal Angkot Dibangun Lebih Nyaman

Salah satu fokus utama revitalisasi adalah menghadirkan terminal angkot yang lebih tertata.

Fadly menyebut terminal nantinya dirancang sebagai infrastruktur transportasi yang nyaman, lapang, dan teduh sehingga memudahkan mobilitas masyarakat menuju pusat-pusat aktivitas di Pasar Raya.

"Terminalnya harus layak, lapang, dan nyaman. Masyarakat dari terminal ke titik-titik yang mereka kunjungi juga harus nyaman. Jalannya, trotoarnya, setapaknya kita perbaiki agar lebih teduh, rapi, dan bagus," jelasnya.

Menurut dia, penataan tidak hanya menyentuh fasilitas umum, tetapi juga kawasan pertokoan dan kios-kios pedagang.

Pemko Padang berencana mendorong perbaikan tampilan kios dan etalase sehingga kawasan pasar menjadi lebih menarik bagi pengunjung.

Fadly meminta para pedagang mendukung program revitalisasi yang sedang dijalankan pemerintah.

"Tujuannya untuk meramaikan pasar itu sendiri. Jadi kami berharap pedagang ikut berkontribusi terhadap penertiban yang akan dilakukan," katanya.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini Selasa 16 Juni 2026, Pariaman Diguyur Hujan Ringan

REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi Pasar Raya Padang akan dimulai pada 22 Juni 2026.
REVITALISASI PASAR RAYA - Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan direvitalisasi Pemerintah Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Revitalisasi Pasar Raya Padang akan dimulai pada 22 Juni 2026. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Dialog dengan Pedagang Sudah Dilakukan

Fadly memastikan komunikasi dengan para pedagang telah dilakukan melalui Dinas Perdagangan Kota Padang maupun secara langsung oleh pemerintah daerah.

Ia berharap seluruh elemen yang ada di Pasar Raya mendukung berbagai kebijakan yang akan diterapkan selama proses revitalisasi berlangsung.

"Dinas Perdagangan sudah banyak berbicara dengan pedagang. Kami juga sudah menyampaikan langsung kepada beberapa pemilik toko. Kami berharap seluruh elemen pasar mendukung program yang akan dijalankan," ujarnya.

DPRD Padang Kawal Revitalisasi

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan revitalisasi Pasar Raya merupakan program yang telah disepakati bersama dalam APBD Tahun 2026.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat membuat pasar tradisional harus beradaptasi agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

"Kalau hari ini untuk belanja saja, masyarakat sudah punya banyak alternatif, termasuk belanja online. Karena itu inovasi yang dilakukan Pak Wali Kota adalah menjadikan pasar bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga bagian dari wisata," kata Muharlion.

Ia menilai penataan kawasan air mancur, perbaikan wajah pasar, serta pengembangan wisata kuliner dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat untuk datang ke Pasar Raya.

"Orang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga menikmati suasana, wisata kuliner, dan keindahan kawasan pasar. Efek akhirnya tentu akan meningkatkan aktivitas perdagangan," ujarnya.

Meski demikian, DPRD meminta pemerintah memprioritaskan penataan terminal dan jalur angkutan kota agar tidak mengurangi akses masyarakat menuju pasar.

Menurut Muharlion, keberadaan terminal yang dekat dengan pusat aktivitas perdagangan sangat penting untuk mendukung kelancaran transportasi dan meningkatkan jumlah pengunjung.

"Kita minta pengaturan terminal dan angkot menjadi prioritas. Jangan sampai akses masyarakat ke pasar justru menjadi lebih jauh," katanya.

Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal pelaksanaan revitalisasi agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pedagang.

Baca juga: Demo di DPRD Sumbar Berakhir, Mahasiswa Desak Pemerintah Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Air Mancur Jadi Ikon Baru Pasar Raya

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan revitalisasi akan berlangsung sekitar enam bulan dengan fokus pada sejumlah fasilitas publik di kawasan Pasar Raya.

Beberapa titik yang akan dibenahi antara lain kawasan air mancur, trotoar, drainase, serta penataan parkir kendaraan.

"Nanti air mancur ini juga akan menjadi salah satu ikon di Kota Padang," kata Fizlan.

Ia menjelaskan trotoar akan dibuat lebih nyaman dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Selain itu, parkir kendaraan akan ditata agar tidak lagi menggunakan trotoar maupun area yang mengganggu aktivitas pejalan kaki.

"Nanti juga tidak akan ada parkir kendaraan yang semrawut di sekitar trotoar," ujarnya.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Sumbar Berakhir Kondusif, Massa Aksi Ancam Kembali Turun ke Jalan

Fizlan memastikan aktivitas perdagangan di Pasar Raya tetap berjalan normal selama proses revitalisasi berlangsung meskipun akan ada sejumlah rekayasa lalu lintas dan pengalihan jalur.

"Kami pastikan selama revitalisasi fasilitas Pasar Raya Padang, kegiatan pasar akan normal seperti biasa," katanya.

Ia berharap revitalisasi tersebut mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja sekaligus mempercantik wajah ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

"Tentu dengan revitalisasi ini masyarakat semakin ramai berbelanja dan semakin nyaman berkunjung ke Kota Padang," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.