Warga Surabaya Jenuh Didata BPS, Wali Kota Eri Cahyadi Turun Tangan Nyuwun Ngapuro
Dyan Rekohadi June 18, 2026 09:04 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendukung penuh langkah cepat Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan Sensus Ekonomi 2026 demi menyinkronkan data kemiskinan di Kota Pahlawan.

Langkah itu diambil untuk menyatukan berbagai sumber data yang terpisah seperti DTKS, Regsosek, dan P3KE menjadi satu basis data terpadu bantuan sosial.

Upaya ini diharapkan mampu menyelesaikan sengkarut penyaluran bantuan agar program pemberdayaan seperti Sekolah Rakyat bisa tepat sasaran.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Dispendukcapil Permudah Layanan Warga Rusunawa

 

BPS Akui Responden Mulai Jenuh

Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan mengakui jika sebagian responden merasa jenuh karena terlalu sering didata oleh petugas.

"Ada beberapa yang istilahnya rumah-rumah yang mungkin agak bosan, karena kok didata terus, tetapi alhamdulillah dengan pendekatan-pendekatan dan bantuan dari pemkot, Insyaallah nanti kita akan bisa mendapatkan datanya masing-masing," katanya.

Pihak BPS tetap optimistis target pendataan itu dapat tercapai melalui pendekatan persuasif serta dukungan penuh dari jajaran Pemkot Surabaya.

Rumah Dinas Wali Kota Didatangi Petugas

Eri Cahyadi menjadi salah satu responden yang didatangi langsung oleh tiga petugas sensus di rumah dinasnya di Jalan Sedap Malam, Rabu (17/6/2026).

Petugas BPS menyelisik langsung jumlah anggota keluarga hingga berbagai aset serta barang yang dimiliki oleh orang nomor satu di Surabaya itu.

"Petugas menanyakan apa yang ada di dalam rumah, salah satu contohnya," kata Wali Kota Eri.

Baca juga: Listrik Padam di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, PLN Akui Ada Gangguan Pembangkit

 

Data Penting Sensus Ekonomi 2026 Surabaya:

  • 365.348 warga belum terklaster dalam desil kesejahteraan dari total 3 juta penduduk.
  • Target pendataan mencakup 1.402 usaha besar dengan omzet di atas Rp50 miliar.
  • Menyasar 13.000 usaha menengah dan kurang lebih 490.000 UMKM kecil.
  • Menerjunkan 1.980 petugas dan pengawas secara door to door.
  • Pelaksanaan sensus berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Baca juga: Kado Istimewa Pemkot Surabaya untuk Persebaya pada Ulang Tahun ke-99

 

Eri Cahyadi Minta Maaf ke Warga

Hasil sensus itu nantinya akan menunjukkan tingkat perekonomian setiap rumah tangga termasuk posisi masyarakat dalam kelompok desil tertentu.

"Jadi ini menunjukkan hasil sensus ekonomi ini adalah tingkat perekonomian dari setiap rumah, apakah masuk dalam desil, mungkin bisa nanti dijadikan desil 1, 2, 3, 4, 5 atau 6," ujarnya.

Eri berharap langkahnya bersedia didata bisa menjadi contoh agar masyarakat tidak ragu menerima petugas BPS yang datang ke rumah mereka.

"Karena itu, saya matur nuwun (terima kasih) kepada BPS yang sudah melakukan sensus ekonomi kepada saya pribadi, keluarga saya," tuturnya.

Ia pun menyadari rasa bosan warga, namun menegaskan bahwa pembaruan data berkala sangat krusial agar bantuan sosial tidak salah sasaran.

"Updating data itu memang harus dilakukan beberapa kali, agar memastikan ketika yang menerima bantuan itu adalah tepat sasaran," katanya.

Eri secara khusus menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta keikhlasan warga Surabaya demi perbaikan ekonomi kota ke depan.

"Saya atas nama Pemerintah Kota Surabaya nyuwun ngapuro (minta maaf) kepada warga Surabaya, mohon ikhlas hatinya nanti teman-teman BPS ketika bertanya kepada njenengan (anda) terkait sensus ekonomi nyuwun tolong (minta tolong) dijawab. Agar ekonomi Kota Surabaya bisa tahu, pergerakannya berapa, dan siapa yang berhak menerima bantuan juga semakin transparan," pesannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.