SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela) dengan menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp 19 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Dana tersebut difokuskan untuk mempercepat pembebasan lahan yang masih menjadi salah satu kendala utama penyelesaian proyek strategis tersebut.
Keberadaan Jalur Pansela tidak hanya diproyeksikan sebagai infrastruktur transportasi baru, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Timur.
Selama ini, wilayah selatan masih menghadapi kesenjangan pembangunan dibanding kawasan utara yang lebih maju dari sisi ekonomi maupun konektivitas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Jawa Timur, Mohammad Yasin, mengatakan pembangunan Jalur Pansela merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah di Jawa Timur.
Baca juga: JLS Brumbun–Sine Tulungagung Tuntas 100 Persen: Total Panjang hampir 60 Km
Menurutnya, kontribusi ekonomi kawasan utara saat ini masih mendominasi sekitar 52 persen terhadap perekonomian Jawa Timur, sedangkan kawasan selatan baru menyumbang sekitar 20,3 persen.
"Masih terdapat disparitas antarwilayah di Jawa Timur, khususnya antara kawasan utara dan selatan. Karena itu salah satu upaya yang terus didorong adalah percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk Jalur Pantai Selatan," kata Yasin saat diwawancara, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan Jalur Pansela memiliki panjang hampir 680 kilometer yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi. Dalam skema pembangunan, pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap pembangunan fisik jalan, sementara pemerintah daerah menangani kesiapan pekerjaan termasuk pembebasan lahan.
Namun keterbatasan fiskal di sejumlah daerah menyebabkan proses pembebasan lahan belum sepenuhnya tuntas. Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala tersebut.
"Kami memberikan dukungan pembebasan lahan di beberapa titik yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah. Tahun ini bantuan keuangan yang diberikan sekitar Rp19 miliar untuk Kabupaten Trenggalek," ujarnya.
Baca juga: Jelang Lebaran 2026, JLS Trenggalek - Tulungagung yang Berlubang dan Longsor Diperbaiki
Yasin mengungkapkan progres pembangunan Jalur Pansela di Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Dari total panjang hampir 680 kilometer, sekitar 400 kilometer ruas jalan telah terbangun.
"Secara keseluruhan progres pembangunan sudah sekitar 60 persen. Kurang lebih 400 kilometer sudah terbangun dan saat ini ada sekitar 20 kilometer sedang dalam proses pembangunan, ada juga yang belum pembebasan lahan," jelasnya.
Beberapa daerah seperti Banyuwangi, Malang, dan Tulungagung menunjukkan perkembangan yang cukup pesat karena proses pembebasan lahan hampir selesai sehingga pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, sejumlah ruas yang melintasi kawasan hutan masih memerlukan penyesuaian administratif. Menurut Yasin, pembangunan jalan di kawasan hutan tidak memerlukan pembebasan lahan, melainkan cukup menggunakan mekanisme pinjam pakai kawasan hutan.
"Kalau yang masuk kawasan hutan sebenarnya tidak perlu pembebasan lahan. Yang diperlukan adalah mekanisme pinjam pakai kawasan hutan untuk pembangunan jalan," katanya.
Lebih jauh, Yasin menegaskan bahwa Jalur Pansela nantinya akan menjadi tulang punggung pengembangan ekonomi kawasan selatan. Jalan tersebut akan terkoneksi dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi, sentra pertanian, kawasan wisata, hingga akses menuju jaringan jalan tol.
"Ketika Pansela selesai, akses jalan tol nantinya bisa terkoneksi hingga kawasan selatan. Jalur-jalur penghubung dari Pansela juga akan tersambung dengan berbagai pusat kegiatan ekonomi," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan konektivitas akan membuka peluang investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, sekaligus membantu menekan angka kemiskinan yang masih banyak ditemukan di wilayah pesisir selatan.
Yasin menilai potensi kawasan selatan Jawa Timur sangat besar, terutama sektor pariwisata yang memiliki daya tarik tidak kalah dengan destinasi wisata unggulan nasional.
"Potensi wilayah selatan sangat besar. Pantai-pantai di pesisir selatan memiliki keindahan yang luar biasa dan menjadi salah satu potensi unggulan yang akan terus dikembangkan," tuturnya.
Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mengevaluasi kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam mendukung pembebasan lahan Jalur Pansela. Apabila masih terdapat kendala anggaran, bantuan lanjutan berpeluang diberikan setelah melalui proses evaluasi dan persetujuan Gubernur Jawa Timur.