TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah orang tua calon peserta didik di Kota Manado mengeluhkan proses pendaftaran siswa baru yang dilakukan secara online.
Keluhan tersebut terkait kendala verifikasi data, penentuan titik lokasi domisili, hingga status pendaftaran yang dinilai belum memberikan kepastian bagi para pendaftar.
Salah seorang orang tua siswa berinisial MC mengaku pendaftaran pertama dilakukan di SMA Negeri 8 Manado yang dilakukannya ditolak dengan alasan lokasi tempat tinggal tidak sesuai titik yang ditentukan sistem.
Padahal, menurutnya, alamat domisili sudah jelas dan didukung dengan dokumen Kartu Keluarga (KK) terbaru.
“Pendaftaran pertama ditolak karena lokasi tidak sesuai titik. Padahal alamat dan lingkungan tempat tinggal sudah jelas, termasuk KK yang baru,” ungkapnya, kepada Tribun Manado, Com, Kamis (18/6/2026).
Tidak berhenti di situ, ia kemudian melakukan pendaftaran kembali.
Namun hingga kini status pendaftarannya masih dalam proses dan terkunci karena sistem mendeteksi penggunaan KK lama, sehingga harus melakukan pendaftaran ulang.
“Sekarang pendaftaran kedua masih dalam proses dan terkunci. Alasannya karena menggunakan KK lama. Padahal pendaftaran akan ditutup tanggal 24,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
Mereka mempertanyakan lamanya proses verifikasi meskipun seluruh dokumen dan data yang dipersyaratkan telah dilengkapi.
Bahkan banyak orang tua yang mengira anak mereka sudah terdaftar setelah mengunggah seluruh dokumen yang diminta.
Namun kenyataannya, masih ada sejumlah tahapan verifikasi yang harus dilalui sehingga status pendaftaran belum tentu dinyatakan diterima atau valid.
“Kalau alamat sudah jelas, lokasi sesuai, dan semua data lengkap, kenapa masih harus menunggu antrean verifikasi yang lama? Banyak orang tua berpikir anaknya sudah terdaftar, ternyata masih ada kendala administrasi,” ujarnya.
Kata dia, selain persoalan teknis, sistem pendaftaran online juga dinilai menjadi tantangan bagi sebagian orang tua yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Mereka khawatir kesalahan dalam pengisian data atau penggunaan aplikasi dapat berdampak pada peluang anak untuk memperoleh sekolah tujuan.
“Kami berharap pihak penyelenggara pendaftaran siswa baru dapat memberikan pendampingan yang lebih maksimal, membuka layanan bantuan yang mudah diakses, serta mempercepat proses verifikasi data agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini