Pantai Pangandaran Tercemar: Laut Menghitam dan Batu Bara Berserakan setelah Tongkang Terbalik
Muhamad Syarif Abdussalam June 19, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sebuah tongkang pengangkut batu bara yang berada di kawasan perairan perbatasan Pantai Batuhiu dan Pantai Sukaresik, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini dalam kondisi terbalik.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (19/6/2026) pagi, tongkang tersebut sudah tidak lagi dalam posisi miring seperti hari-hari sebelumnya. Kapal itu terbalik dan menyebabkan muatan batu bara yang dibawanya tercecer ke area sekitar perairan dan pesisir.

Dampak kejadian tersebut tampak dari perubahan warna air laut di sekitar lokasi yang terlihat menghitam. Sementara itu, material batu bara juga terlihat tersebar di sepanjang garis pantai.

Kondisi tersebut menarik perhatian masyarakat. Sejumlah warga terus berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung tongkang yang terbalik, perubahan warna air laut, serta batu bara yang berserakan di bibir pantai.

Tidak hanya warga, sejumlah instansi juga berada di lokasi kejadian. Petugas dari DLHK Kabupaten Pangandaran, DLH Provinsi Jawa Barat, kepolisian, serta TNI AL terlihat melakukan pemantauan di area tersebut.

Warga Pangandaran, Saefuloh (30), menuturkan bahwa posisi tongkang saat ini sudah terbalik dan diduga tidak mampu bertahan setelah diterjang gelombang laut.

"Kalau kemarin, posisi kapal masih miring dan masih ada batu bara, tapi sekarang sudah terbalik," ujar Saefuloh kepada Tribun Jabar di sekitar lokasi TKP.

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP Anang Tri, menyampaikan bahwa tongkang tersebut terbalik setelah dihantam ombak.

"Kemarin itu masih miring dan muatannya masih ada. Tapi, sekarang kita sudah lihat bersama, itu tumpah dan banyak berceceran ke bibir pantai. Kondisi tongkang, sudah kemasukan air laut," katanya.

Terkait luas area perairan yang terdampak tumpahan batu bara, Anang mengatakan hingga kini belum ada kepastian mengenai radius pencemarannya.

"Secara pastinya belum bisa dipastikan. Nanti akan ada investigasi dengan tim gabungan lainnya," ucap Anang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.