Wanita Bandung Disekap Pacar 3 Tahun, Korban Ditemukan Luka Berat dan Alami Trauma, Pelaku Kabur
M Zulkodri June 19, 2026 02:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Kasus dugaan penyekapan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kota Bandung menggegerkan publik.

Korban yang selama tiga tahun dinyatakan hilang oleh keluarganya ternyata diduga disekap oleh kekasihnya sendiri hingga mengalami kondisi fisik yang memprihatinkan.

Peristiwa ini terungkap setelah korban ditemukan dalam keadaan lemah dan mengalami sejumlah luka serius.

Saat ini YTR masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikologisnya akibat dugaan penyekapan yang berlangsung sejak 2023.

Keluarga korban mengaku selama bertahun-tahun kehilangan jejak YTR dan tidak mengetahui keberadaannya.

Berbagai upaya pencarian sempat dilakukan, termasuk menyebarkan informasi orang hilang, namun tidak membuahkan hasil.

Adik korban, Syahrul Ulum, mengungkapkan bahwa kakaknya mulai menghilang sejak tahun 2023 setelah menjalin komunikasi dengan seorang pria yang dikenalnya saat menghadiri konser di kawasan Tritan Point, Bandung.

Menurut Syahrul, setelah menjalin hubungan dengan pria tersebut, komunikasi YTR dengan keluarga semakin terbatas hingga akhirnya benar-benar terputus.

"Iya, langsung semenjak saat itu lost contact sama Teteh. Biasanya seminggu sekali pulang ke rumah. Komunikasi telepon masih ada tapi jarang. Kalau dihubungi juga jawabannya kasar, seperti bukan kakak sendiri," ujar Syahrul.

Kondisi tersebut membuat keluarga curiga. Namun setiap kali berusaha mencari informasi, mereka justru mendapatkan keterangan yang menyesatkan.

Syahrul mengatakan pelaku sempat mengklaim bahwa YTR bekerja di Jakarta. Informasi itu membuat keluarga percaya bahwa korban sedang merantau untuk bekerja.

Namun belakangan diketahui informasi tersebut tidak benar.

"Selama tiga tahun keluarga dikelabui. Kami tahunya Teteh kerja di Jakarta. Ternyata selama itu dia tidak boleh memegang ponsel dan tidak bisa berkomunikasi bebas dengan keluarga," katanya.

Ditemukan Dalam Kondisi Mengenaskan

Titik terang kasus ini muncul ketika korban akhirnya ditemukan dan mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan keterangan keluarga, YTR sempat dibawa ke RS Ujung Berung sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena kondisi kesehatannya yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Saat bertemu kembali dengan korban, keluarga mengaku syok melihat kondisi YTR yang mengalami banyak luka.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban ditemukan dengan sejumlah luka serius di beberapa bagian tubuh.

"Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, dan luka ringan di bagian tangan," ujar Hendra.

Selain luka fisik, korban juga dilaporkan mengalami gangguan penglihatan, kesulitan berjalan, sulit berbicara, serta mengalami luka pada bagian wajah dan kepala.

Kondisi tersebut membuat korban harus menjalani perawatan intensif dan pemantauan medis secara berkala.

Baca juga: Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka Baru Korupsi MBG, Jumlah Tersangka Jadi 6 Orang

Diduga Kehilangan Harta Puluhan Juta Rupiah

Tidak hanya mengalami penderitaan fisik dan psikologis, korban juga diduga mengalami kerugian materi yang cukup besar.

Keluarga menyebut sejumlah barang berharga milik korban hilang selama masa penyekapan. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp52 juta.

Polisi saat ini masih mendalami dugaan kehilangan harta benda tersebut sebagai bagian dari penyelidikan kasus.

Pelaku Kabur, Polisi Lakukan Pengejaran

Di tengah proses pemulihan korban, pelaku yang diduga melakukan penyekapan justru melarikan diri.

Keberadaan pelaku hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian.

Polisi telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga dan mulai melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta motif di balik kasus tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena korban diduga kehilangan kebebasannya selama bertahun-tahun tanpa diketahui keluarga maupun lingkungan sekitar.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas perkara tersebut.

"Dari pihak keluarga pengennya usut tuntas sampai dapat pelakunya. Takutnya ada korban selanjutnya. Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya," kata Syahrul.

Menunggu Hasil Penyelidikan

Hingga saat ini polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan saksi dan bukti pendukung untuk mengungkap secara menyeluruh apa yang sebenarnya terjadi selama tiga tahun korban menghilang.

Penyidik juga akan mendalami dugaan tindak pidana lain yang mungkin terjadi selama korban berada dalam penguasaan pelaku, termasuk dugaan kekerasan fisik, penyekapan, perampasan kemerdekaan, hingga kemungkinan tindak pidana terkait penguasaan harta benda korban.

Sementara itu, kondisi kesehatan YTR menjadi prioritas utama. Tim medis terus melakukan penanganan agar korban dapat pulih secara fisik maupun mental setelah mengalami peristiwa traumatis yang diduga berlangsung selama bertahun-tahun.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda kekerasan dalam hubungan dan pentingnya menjaga komunikasi dengan keluarga sebagai bentuk perlindungan sosial yang paling dasar.(*)

(TribunTrends/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.