'Dikerjai' Amerika, Timnas Iran Ajukan Protes ke FIFA Saat Harus Bolak-balik Jakarta-Indramayu PP
Hasiolan Eko P Gultom June 19, 2026 07:30 PM

Merasa 'Dikerjai' Amerika, Timnas Iran Ajukan Protes ke FIFA Saat Harus Bolak-balik Jakarta-Indramayu PP

TRIBUNNEWS.COM - Federasi Sepak Bola Republik Iran (FFIRI) menyatakan akan mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait pengaturan perjalanan tim nasionalnya selama mengikuti Piala Dunia 2026. 

Iran merasa dikerjai Amerika Serikat (AS) selaku tuan rumah.

Mereka menilai aturan perjalanan tim tidak memberikan perlakuan yang setara dibandingkan peserta lain dan berpotensi mengganggu persiapan pertandingan.

Baca juga: Peringatan Keras Timnas Iran Soal Piala Dunia 2026, Langsung Stop Laga Saat Ada Hal Aneh

Piala Dunia 2026 diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko. 

Seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di AS, meski hubungan kedua negara sempat memanas akibat konflik yang terjadi sebelum turnamen dimulai.

Sebagai bagian dari pengaturan keamanan, Iran tidak menjadikan AS sebagai markas pelatihan tim selama turnamen. 

Tim memilih bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan melakukan perjalanan pergi-pulang (PP) ke AS setiap kali menjalani pertandingan.

Hanya Diizinkan Masuk 24 Jam Sebelum Laga Kontra Belgia

Keberatan Iran muncul setelah otoritas Amerika Serikat hanya mengizinkan tim memasuki Los Angeles sekitar 24 jam sebelum pertandingan kedua Grup G melawan Belgia, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/6/2026) siang waktu setempat.

Menurut Iran, waktu yang sangat terbatas itu menyulitkan pemain untuk berlatih, beradaptasi dengan kondisi lapangan, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan pertandingan.

Pada laga perdana melawan Selandia Baru di Stadion LA, Inglewood, California, Iran masih diizinkan tiba 48 jam sebelum pertandingan yang berlangsung pada pukul 18.00 waktu setempat.

Namun setelah pertandingan selesai, rombongan Iran disebut diminta segera meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke Meksiko, tanpa kesempatan menjalani sesi pemulihan pada hari berikutnya.

Pelatih Iran sebelumnya telah mengkritik pengaturan tersebut dan menyebut timnya sebagai "tim yang paling dirugikan" selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Sebagai catatan, lokasi markas pelatihan Timnas Iran di Meksiko berada di Kota Tijuana. 

Mereka harus bertanding di Kota Inglewood, California, AS, yang berjarak 225 kilometer.

Sebagai gambaran, jarak itu serupa jarak Kota Jakarta dengan wilayah Cirebon/Indramayu atau tepatnya sejarak antara pusat pemerintahan Indonesia saat ini dengan kawasan pesisir Pantura atau wilayah barat Cirebon.

Timnas Iran diketahui menggunakan pesawat komersial atau helikopter untuk keperluan akomodasi dengan waktu penerbangan singkat selama 27 menit.

Aturan yang diterapkan AS membuat Timnas Iran harus pergi-pulang (PP) dalam satu hari sebelum dan sesudah pertandingan.

Iran Nilai Kebijakan Tidak Sesuai Prinsip Kesetaraan

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (19/6), FFIRI menegaskan bahwa pembatasan tersebut bertentangan dengan prinsip perlakuan yang sama bagi seluruh peserta turnamen.

"Federasi Sepak Bola Iran meyakini bahwa pembatasan seperti ini tidak sejalan dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi seluruh tim peserta dan dapat berdampak negatif terhadap proses persiapan tim," demikian pernyataan FFIRI.
Federasi juga memastikan akan menyampaikan ketidakpuasan tersebut melalui mekanisme resmi FIFA.

"Karena itu, federasi akan secara resmi menyampaikan ketidakpuasan dan mengajukan pengaduan kepada FIFA melalui saluran yang sesuai."

Meski demikian, FFIRI menegaskan bahwa tim nasional tetap akan menjalankan program persiapan yang telah disusun dan sepenuhnya fokus menghadapi Belgia.

Alasan Iran Bermarkas di Meksiko: Faktor Keamanan

Pengaturan perjalanan ini tidak terlepas dari situasi geopolitik yang berkembang menjelang Piala Dunia.

Setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu, kedua negara menyepakati skema khusus yang memungkinkan tim nasional Iran tetap tampil di seluruh pertandingan yang berlangsung di AS tanpa harus menetap di negara tersebut.

Sebagai konsekuensinya, skuad Iran ditempatkan di Tijuana, Meksiko, yang berbatasan langsung dengan California, dan harus melakukan perjalanan lintas negara setiap kali menjalani pertandingan di Amerika Serikat.

Iran menilai pembatasan waktu masuk ke wilayah AS semakin memperberat beban logistik tim dibandingkan negara peserta lainnya yang dapat bermarkas di kota tempat mereka bertanding.

Posisi Iran di Grup G

Iran membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada pertandingan pertama Grup G.

Laga melawan Belgia pada 21 Juni menjadi pertandingan penting untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur.

Setelah itu, Iran dijadwalkan menghadapi Mesir pada 26 Juni di Seattle sebagai pertandingan terakhir fase grup.

Hingga saat ini, federasi memastikan sengketa mengenai pengaturan perjalanan tidak akan mengganggu fokus tim dalam menghadapi dua laga penentuan tersebut.

 

(oln/wn/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.