Membaca Buku Bukan Sekadar Hobi, Mahasiswa Teknik Sipil Ini Akui Bisa Membuka Wawasan
M.Risman Noor June 19, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hobi membaca buku sudah disukai sejak kecil. Namun saat duduk di bangku SMP dirinya semakin menggandrungi membaca buku.

Banyak buku berbagai tema dilahap Rahmat Aditya Pratama. Kini dirinya menyadari kalau buku itu ternyata bukan hanya menjadi bacaan semata. Namun mampu mengubah cara pandang seseorang.  

Dari sekian banyak buku yang sudah dibaca tentunya ada buku yang paling berkesan. Bagi pemuda satu ini buku yang memberi kesan dalam hidupnya adalah Atomic Habits karya James Clear. 

Buku Atomic Habits tersebut bagi pemuda bernama Rahmat Aditya Pratama ini dirinya belajar bahwa perubahan besar tidak selalu berasal dari langkah yang besar, tetapi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. 

"Nilai yang paling saya pelajari adalah disiplin dan pentingnya proses dalam mencapai tujuan," katanya.

Baca juga: Semangat di Usia Senja, Bupati HSS Buka Gerak Segar 2026

Baca juga: Menuju Kalsel Zero ODOL 2027, Polda Kalsel Gandeng ULM Susun Kebijakan dan Inovasi Teknologi

Putra tunggal dari H Mukhtar Lutfi dan Hj Wahidah ini  mulai menyukai membaca sejak duduk di bangku SMP. Teman-teman sekitarlah yang menjadi sosok pertama kali mengenalkannya pada buku. 

Dari teman-teman, pemuda kelahiran Banjarmasin, 11 Juni 2004 ini memahami bahwa buku bukan hanya sumber ilmu, tetapi juga jendela untuk melihat dunia yang lebih luas.

Diakuinya, kesukaan membaca sangat berpengaruh terhadap prestasi yang diraih. Membaca membantunya memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan memperkaya kosakata. 

"Kebiasaan tersebut juga memudahkan saya dalam memahami materi pelajaran maupun menyelesaikan berbagai tantangan akademik, sehingga turut mendukung prestasi yang saya raih," tukasnya.

Genre buku yang paling sering dibaca, adalah buku-buku yang mengangkat kisah kehidupan dan nilai-nilai keluarga. Salah satu buku yang sangat berkesan baginya adalah Dompet Ayah Sepatu Ibu karya JS Khairen. 

"Buku seperti ini terasa dekat karena menggambarkan perjuangan, kasih sayang, pengorbanan, dan berbagai realitas kehidupan yang sering kali kita temui sehari-hari," jelasnya.

Melalui cerita-cerita tersebut, ia belajar untuk lebih menghargai keluarga, memahami pentingnya kerja keras, serta mensyukuri hal-hal sederhana dalam hidup. 
"Karena itu, buku-buku bertema kehidupan selalu memberikan kesan yang mendalam dan mudah saya hubungkan dengan pengalaman pribadi," kata Rahmat.

Membaca juga membuatnya memiliki pengetahuan dan sudut pandang yang lebih luas. Ketika berdiskusi atau menyampaikan pendapat, saya merasa lebih percaya diri karena memiliki dasar pemahaman yang cukup. 

"Selain itu, membaca juga melatih kemampuan komunikasi dan berpikir secara terstruktur," katanya.

Bagi Rahmat, waktu favorit untuk membaca adalah pada malam hari setelah menyelesaikan aktivitas sehari-hari. 

"Suasana yang lebih tenang membuat saya lebih fokus dan dapat menikmati isi buku dengan lebih baik," jelas mahasiswa S1 Teknik Sipil ini.

Salah satu buku yang mengubah cara pandangnya adalah The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R Covey. Buku tersebut mengajarkan bahwa kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. 

"Sebagai anak pertama, saya belajar bahwa tanggung jawab bukan sekadar memberi arahan, tetapi juga menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar," tukasnya.

Saat ini ia lebih nyaman menjadi penikmat buku daripada penulis. Ia menikmati proses membaca dan belajar dari berbagai pemikiran serta pengalaman yang dituangkan penulis dalam karya mereka. 

"Melalui membaca, saya merasa sudah mendapatkan banyak manfaat dan inspirasi untuk kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Dalam hal keberadaan buku fisik maupun digital, menurut Rahmat keduanya memiliki peran yang baik dalam memperluas wawasan generasi muda. 

"Namun saya pribadi lebih menyukai buku fisik karena bisa berinteraksi langsung dengan buku dan lebih fokus saat membaca. 

Jika membaca melalui ponsel, ia sering merasa lebih mudah terdistraksi oleh notifikasi atau aplikasi lain. Menurutnya, yang terpenting adalah menumbuhkan budaya membaca, baik melalui buku fisik maupun digital.

Pesan disampaikan Rahmat kepada sesama anak muda adalah jadikan membaca sebagai gaya hidup, bukan sekadar hobi.

"Jangan menunggu memiliki banyak waktu untuk mulai membaca. Mulailah dari beberapa halaman setiap hari dan pilih buku yang sesuai dengan minat," katanya.

Membaca bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga tentang membangun cara berpikir, karakter, dan masa depan. 

Ketika membaca menjadi kebiasaan, kita akan menyadari bahwa setiap buku selalu membawa pelajaran baru yang berharga untuk kehidupan. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.