Iran Dilaporkan Tutup Selat Hormuz Buntut Serangan Israel di Lebanon
Endra Kurniawan June 21, 2026 09:35 AM


TRIBUNNEWS.COM - Iran menyatakan menutup Selat Hormuz setelah gelombang serangan Israel di Lebanon, lapor The Guardian.

Penutupan Selat Hormuz turut berdampak besar bagi Indonesia karena memicu lonjakan harga minyak dunia, menambah beban subsidi energi, melemahkan rupiah, dan meningkatkan inflasi.

Ditutupnya Selat Hormuz juga mengancam menggagalkan kesepakatan perdamaian sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang baru saja ditandatangani beberapa hari lalu.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal-kapal agar tidak mendekati jalur pelayaran strategis tersebut dengan alasan adanya pelanggaran AS terhadap komitmen untuk menetapkan gencatan senjata di kawasan itu.

Belum jelas apakah ancaman tersebut telah dilaksanakan atau apakah langkah itu akan membahayakan pembicaraan lanjutan di Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/6/2026).

Di sisi lain, Komando Pusat AS membantah bahwa Selat Hormuz telah ditutup.

"Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz," kata juru bicara Angkatan Laut AS, Kapten Tim Hawkins, kepada Reuters.

"Lalu lintas terus berjalan dan pasukan AS memantau situasi untuk memastikan kondisi tersebut tetap terjaga."

BAKU TEMBAK - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic 10 Juni 2026, memperlihatkan ilustrasi militer AS menyerang situs Iran di dekat Selat Hormuz. (Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic)

Media Iran Diminta Menggambarkan Penutupan Hormuz sebagai Bentuk Dukungan terhadap Diplomasi

Menurut laporan yang diperoleh Iran International, media Iran diinstruksikan untuk menghindari penggambaran penutupan Selat Hormuz dan partisipasi Iran dalam pembicaraan dengan AS sebagai bentuk perpecahan antara angkatan bersenjata dan para negosiator, menurut arahan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Arahan yang ditujukan kepada manajer dan editor media tersebut menyebutkan bahwa penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata yang berkelanjutan serta tindakan Israel di Lebanon selatan, sementara tim negosiasi Iran sedang menuju Swiss.

Disebutkan bahwa Republik Islam Iran sedang menjalankan "strategi tunggal" yang menggabungkan pencegahan dan pengaruh militer dengan diplomasi untuk memaksa pihak lain melaksanakan komitmennya serta melindungi kepentingan nasional Iran.

Baca juga: 5 Populer Internasional: Wapres AS Terbang ke Swiss untuk Perundingan Iran - Serangan di Lebanon

Arahan tersebut mendesak media untuk membingkai tindakan militer bukan sebagai pengganti diplomasi, melainkan sebagai pendukungnya, serta menghindari penyajian negosiasi sebagai tanda kemunduran.

Arahan itu juga menyerukan media untuk menekankan sinergi antara kekuatan militer dan diplomasi dalam mengamankan kepentingan nasional.

Perundingan Lanjutan di Swiss

Pada Minggu, Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Swiss untuk mengambil bagian dalam perundingan lanjutan dengan Iran.

"Saya hanya bisa berada di sana selama satu atau dua hari," kata Vance pada Sabtu (20/6/2026) malam sebelum menaiki pesawat di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland.

"Saya berharap kita dapat membuat kemajuan dalam isu nuklir dan kemajuan dalam isu gencatan senjata di Lebanon."

Vance akan bergabung dengan Jared Kushner dan utusan AS Steve Witkoff dalam negosiasi tersebut.

Pakistan, yang berperan sebagai mediator utama, mengatakan pembicaraan akan tetap dilanjutkan.

Laporan dari Iran juga menunjukkan bahwa delegasi pejabat tinggi telah meninggalkan negara itu untuk mengikuti perundingan.

Kantor Perdana Menteri Pakistan pada Sabtu menyatakan bahwa Perdana Menteri Shehbaz Sharif serta Kepala Staf Angkatan Darat sekaligus Kepala Angkatan Pertahanan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, akan berpartisipasi dalam pembicaraan tingkat teknis di Swiss.

Dalam unggahan di X, Kantor Perdana Menteri Pakistan menyebutkan bahwa pembicaraan akan digelar di Bürgenstock sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman tersebut.

Disebutkan pula bahwa Perdana Menteri Sharif bersama delegasi tingkat tinggi telah berangkat dari Islamabad menuju Swiss.

NEGOSIATOR - PM Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif melambaikan tangan sebelum bertolak ke Swiss untuk perundingan lanjutan Iran-AS, Sabtu 20 Juni 2026. (Foto Kantor Perdana Menteri Pakistan x.com/PakPMO)
NEGOSIATOR - PM Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif melambaikan tangan sebelum bertolak ke Swiss untuk perundingan lanjutan Iran-AS, Sabtu 20 Juni 2026. (Foto Kantor Perdana Menteri Pakistan x.com/PakPMO) (Tangkapan layar media sosial)

Serangan Israel di Lebanon Terus Berlanjut

Sementara itu, pertempuran terus berlangsung di Lebanon antara Hizbullah dan Israel.

Pertempuran itu menjadi tantangan utama bagi kesepakatan baru untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk.

Serangan Israel di Lebanon selatan pada Sabtu (20/6/2026) menewaskan sedikitnya 16 orang, menurut otoritas setempat, meskipun terdapat laporan mengenai gencatan senjata baru yang bertujuan menghentikan bentrokan yang terus berlanjut.

Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan personelnya telah membawa "6 orang tewas dan 12 orang terluka ke rumah sakit.

Mereka juga menyebut proses evakuasi telah dilakukan sejak dini hari di Distrik Nabatieh.

Perjanjian sementara Iran-AS menyerukan penghentian permusuhan di semua lini, termasuk Lebanon.

Namun, perjanjian itu mendapat kritik keras dari pihak Israel.

Baca juga: Trump Yakin Semua Masalah AS-Iran Tuntas dalam 60 Hari Negosiasi

Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang target-target Hizbullah sebagai respons atas peluncuran proyektil semalam oleh kelompok militan Lebanon tersebut.

Kekerasan meningkat pada Jumat setelah empat tentara Israel, termasuk seorang perwira senior, tewas ketika sebuah tank dihantam serangan Hizbullah.

Kelompok itu menyatakan serangan dilakukan setelah Israel melanggar perjanjian gencatan senjata sebelumnya melalui serangan militer.

Serangan balasan Israel yang terjadi setelahnya menewaskan 83 orang di seluruh wilayah Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, menurut otoritas setempat.

Status pasti dari gencatan senjata baru yang dilaporkan mulai berlaku secara lokal pada Jumat malam masih belum jelas.

Dalam pernyataan publiknya, Hizbullah mengatakan akan mematuhi gencatan senjata apabila Israel juga melakukan hal yang sama.

Namun, kelompok itu belum menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut benar-benar telah berlaku.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.