Tim Asia Tampil Menggigit di Piala Dunia Meski Alami Kenyataan Pahit di Babak Kedua
Aurora Nightingale June 21, 2026 01:58 PM

Negara-negara Asia kini bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia. Untuk pertama kalinya, benua Asia mengirimkan sembilan tim ke ajang Piala Dunia yang diperluas. Sebelum turnamen dimulai, banyak yang khawatir bahwa peningkatan jumlah peserta akan menurunkan tingkat persaingan, namun hasil di babak pertama justru membuktikan kekhawatiran tersebut tidak berdasar.

Dari sembilan tim, enam di antaranya mencatatkan hasil menggembirakan: Korea Selatan bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Ceko, Australia berhasil mengatasi Turki, Jepang menahan imbang Belanda yang berperingkat tinggi dengan skor 2-2 lewat gol di menit-menit akhir, sementara Arab Saudi, Qatar, dan Iran berhasil mencuri poin dari lawan yang memiliki peringkat lebih tinggi.

Bahkan Yordania dan Uzbekistan menunjukkan keberanian dalam pendekatan mereka saat melakoni debut di Piala Dunia masing-masing.

“Saya sama sekali tidak terkejut,” ujar mantan pelatih Kroasia, Igor Stimac, yang memiliki pengalaman luas melatih di Asia melalui masa kerjanya di Iran, Qatar, dan India selama lima tahun sebagai pelatih tim nasional. “Mereka menunjukkan semangat luar biasa dalam permainan mereka. Yordania dan Uzbekistan benar-benar menikmati sepak bola dan bermain sepenuh hati. Tidak ada strategi bertahan total meski perbedaan peringkat cukup jauh.”

Tentu saja, ini baru babak pertama, namun seperti dikatakan oleh Shaji Prabhakaran, tidak ada salahnya merayakan apa yang disebutnya sebagai “awal yang luar biasa” bagi sepak bola Asia.

“Awal melawan tim-tim Eropa sangat luar biasa,” ujar Prabhakaran, anggota komite eksekutif Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), kepada TOI melalui panggilan video dari Amerika Serikat. “Sepak bola Asia terus berkembang. Jepang dan Korea memiliki banyak pemain yang berkarier di Eropa. Mereka berbahaya dan saya memperkirakan setidaknya satu tim Asia akan melaju jauh. Jepang sangat konsisten. Hasil imbang yang menarik melawan Belanda pasti memberi mereka kepercayaan diri bahwa mereka bisa menantang siapa pun di Piala Dunia.”

Prabhakaran menambahkan bahwa tim-tim Asia kini tidak lagi gentar menghadapi lawan-lawan elit dengan peringkat lebih tinggi, yang terlihat dari kemenangan Korea Selatan 2-1 atas Ceko, kemenangan Australia atas Turki, serta hasil imbang penuh perjuangan Arab Saudi melawan Uruguay yang membuat Grup H menjadi sangat ketat setelah hasil imbang mengejutkan Cabo Verde melawan Spanyol. Namun, jika babak pertama penuh dengan harapan, pertandingan di babak kedua menjadi ujian berat yang menurunkan euforia awal tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.